Psikolog: Nggak Usah Pusing kalau Ditanya 'Kapan Nikah'

Pertanyaan kapan nikah tidak perlu terlalu dipermasalahkan, sebab 'Kapan Nikah' adalah pertanyaan basa basi.

Diterbitkan 17 Juli 2014, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Momen lebaran mungkin bisa menjadi menyenangkan dan mengesalkan bagi seseorang yang belum menikah. Satu sisi, lebaran merupakan momen ketika kita semua berkumpul dengan keluarga besar dan bicara satu sama lain. Di sisi lain, semua keluarga akan menanyakan pada Anda pertanyaan yang malas sebenarnya dijawab, seperti 'Kapan Nikah?'.

Untuk menjawabnya juga serba salah. Karena mungkin yang menanyakan adalah saudara dari keluarga inti yang lebih tua dan lebih dulu menikah dan memiliki anak. Meski begitu, Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Srti Ariani, S.Psi., M.Si (Nina) mengatakan, pertanyaan kapan nikah tidak perlu terlalu dipermasalahkan, sebab itu hanyalah pertanyaan basa basi.

"Pertanyaan kapan nikah itu cuma bagian dari basa-basi. Jadi dijawab saja, nggak masalah. Yang penting jangan dimasukkin ke hati. Jawab saja, 'Doain ya' atau 'Lagi Persiapan atau 'Cariin Dong'. Asal jawab saja, jangan jadi pikiran dan sampai nggak mau datang ke acara keluarga pas lebaran," kata Nina saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (17/7/2014).

Walapun pertanyaan 'Kapan Nikah' selalu muncul saat pertemuan keluarga dan telah menjadi budaya, tapi pertanyaan ini sulit untuk dihindari. Hanya perlu diingat, ada beberapa orang yang terlalu sensitif untuk ditanya masalah pernikahan.

Jadi jika Anda telah menikah, kata Nina, mungkin Anda bisa mengganti pertanyaan ke saudara atau teman yang belum menikah dengan pertanyaan basa-basi lain seperti Kerja dimana sekarang? atau sedang sibuk apa?. Dengan begitu, tidak ada lagi orang yang merasa tersinggung.