Belum Ada Terapi Khusus Pengobat Infeksi Virus Akibat Korona

Belum ada terapi spesifik terhadap virus korona atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV).

Diterbitkan 06 Mei 2014, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada terapi spesifik terhadap virus korona atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV).

Meski begitu, Tjandra mengatakan pengobatan virus korona mencakup:

1. General supportive care

2. Mencegah terjadinya sepsis (infeksi yang umumnya disebabkan bakteri atau virus)

3. Kemungkinan pilihan obat, berturut-turut sesuai kemungkinan efikasinya ( respon maksimal yang dihasilkan suatu obat) seperti:

a. Plasma konvalesens
b. Interferon
c. Protease inhibitor
d. Immunoglobulin intravena
e. Nitazoxanide
f. Cyclosporin A
g. Ribavirin
h. Kortikosteroid
i. Interferon plus Ribavirin
j. Dipeptidyl Peptidase 4 (DPP4, atau dikenal dengan CD 26)