Sukses

Cuaca di Madinah Terik, Jemaah Haji Diimbau Pakai Alat Pelindung Diri

Liputan6.com, Jeddah - Jemaah haji Indonesia sebagian sudah mulai bergerak ke Madinah, untuk melaksanakan rangkaian ibadah Arbain. Jemaah ini merupakan yang tiba pada gelombang kedua di Arab Saudi.

Usai tiba di Madinah, jemaah hai diminta menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di luar rungan. Pasalnya, cuaca di Madinah lebih terik dibanding Mekkah.

"Kami sampaikan cuaca di Makkah dan Madinah berbeda, di Madinah cuaca mencapai 43 hingga 44 derajat Celsius, ini perlu diantisipasi,” Ujar Kepala Sektor 5 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Khalilurrahman.

Untuk meminimalisasi dampak dari sinar matahari yang terik, Khalil mengingatkan jemaah haji untuk memakai masker, kacamata, dan alas kaki saat keluar hotel. Termasuk saat masuk ke Masjid Nabawi, alas kaki harus dibawa oleh masing-masing jemaah.

"Jangan sampai ketika berangkat ke masjid meninggalkan sandalnya di tempat penitipan, dibawa atau dititipkan kepada temannya. Kami sarankan agar membawa masing-masing sandalnya,” jelas dia.

Himbauan ini berdasarkan pengalaman jemaah haji gelombang satu yang tinggal di Madinah dahulu sebelum masa puncak haji.

Terdapat banyak jemaah haji yang kakinya melepuh akibat kehilangan sandal di Masjid Nabawi yang akhirnya memaksakan diri berjalan tanpa alas kaki.

"Untuk kenyamanan jemaah saat beribadah di Masjid Nabawi, jangan membawa barang berharga atau uang secara berlebihan karena banyaknya kasus jamaah kecurian seperti yang dialami oleh jemaah gelombang pertama," Ungkapnya. (Desti Gusrina)

2 dari 2 halaman

110 Ribu Jemaah Haji akan Bergeser Bertahap ke Madinah

Total sebanyak 110 ribu jemaah haji gelombang dua akan digeser dari Makkah ke Madinah secara perlahan. Jemaah tersebut berasal dari 300 kelompok terbang (kloter).

Hari ini, jemaah haji Indonesia gelombang dua dari Makkah mulai diberangkatkan ke Madinah. Tahap awal, 18 kloter tiba pertama di Madinah.

Jemaah haji diberangkatkan dari Makkah ke Madinah sejak Rabu (21/8/2019), mulai pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Prediksinya jemaah sampai di Madinah pukul 13.00 WAS. Adapun kedatangan berakhir pada pukul 23.00 WAS.

"Karena memang pergerakan terakhir jemaah dari Makkah ke Madinah sama halnya dengan Madinah ke Makkah dibatasi (pemberangkatan) hanya sampai pukul 18.00, setelah lewat jam 18 tidak diperkenankan ada pergerakan jemaah," kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari.

Seperti jemaah haji gelombang satu, jemaah haji gelombang dua akan tinggal di Madinah selama 8,5 hari sebelum akhirnya kembali ke tanah air pada 30 Agustus.

"Dengan perhitungan 6 jam perjalanan dari Makkah ke Madinah ditambah alokasi 40 waktu solat (Arbain) ditambah 6 jam perjalanan dari hotel hingga take off (kembali ke tanah air). total sekitar 8,5 hari," jelasnya.

Sebanyak 18 kloter dari Madinah tersebut akan menempati hotel di lima wilayah sektor.  Ada penambahan hotel untuk jemaah haji gelombang kedua, namun jumlahnya tidak banyak.

"Ada lima hotel yang tidak dipakai pada gelombang 1, lima hotel ini statusnya bukan full musim, tapi blocking time. Tidak terlalu bermasalah, lima hotel ini penempatannya juga tidak dalam satu waktu, tapi berbeda tanggal sesuai jadwal kedatangan jemaah," dia menandaskan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerita Petugas Haji Dianggap Saudara Hingga Angkat Jemaah Seringan Kapas
Artikel Selanjutnya
Fakta Operasional Haji Daerah Kerja Madinah dalam Angka