Penarikan Tentara Israel Tetap Dilaksanakan

Sebanyak 72 anggota Parlemen Israel menyetujui penarikan mundur tentara tetap dilakukan pada awal musim panas ini. Ratusan warga Yahudi mengancam akan berunjuk rasa menentang rencana PM Ariel Sharon.

Diterbitkan 29 Maret 2005, 06:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tel Aviv: Parlemen Israel, Senin (28/3), menolak Rancangan Undang-undang Referendum yang bertujuan menunda penarikan mundur dari Jalur Gaza dan Tepi Barat. Sebanyak 72 anggota parlemen meminta penarikan mundur pada musim panas ini dilakukan sedangkan 39 anggota menolak kebijakan itu.

Dalam pengambilan suara terbanyak ini, posisi Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dipertaruhkan. Pasalnya, Partai Buruh yang menjadi koalisi utama Partai Likud, pimpinan Sharon, telah mengancam akan meninggalkan kabinet jika referendum disetujui.

Sementara itu, ratusan pemukim Yahudi berkumpul di depan gedung parlemen. Mereka berencana untuk berunjuk rasa selama 36 jam nonstop untuk menentang rencana penarikan mundur tentara Israel dari Palestina [baca: Palestina dan Israel Sepakat Mengakhiri Kekerasan].(JUM/Ijx)