Potret Ratu Thailand Sukses Terbangkan Jet Tempur Sendirian

Ternyata, Ratu Thailand memiliki jejak terbang dan keahlian penerbangan yang luar biasa.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Ratu Suthida dari Thailand menyelesaikan penerbangan solo pertamanya menggunakan jet tempur Gripen di pangkalan udara Provinsi Surat Thani pada hari Kamis 8 Oktober 2026.

Dikutip dari Bangkok Post, Jumat (9/10/2026), sebelum penerbangannya, ratu menyambut raja di Pangkalan Udara Wing 7, distrik Phun Phin, provinsi selatan, pada pukul 10.00 waktu setempat. Selanjutnya, sesi pengarahan dilakukan untuk rencana penerbangan.

Pasangan kerajaan ini kemudian menuju ke tempat parkir pesawat jet JAS 39C Gripen dengan kapasitas satu penumpang, di mana sang ratu memeriksa pesawat tersebut sebelum membawanya ke Landasan Pacu 22 untuk lepas landas.

Jet tempur JAS 39C Gripen milik Angkatan Udara Kerajaan Thailand ini dibangun oleh perusahaan penerbangan Saab asal Swedia. Menurut Ultimate Specs, pesawat ini memiliki panjang 14,9 meter dengan tinggi ekor 4,5 meter dan wingspan 8,4 meter. Pesawat yang mulai beroperasi sejak 2011 ini bisa mencapai kecepatan hingga 2.037 kilometer per jam.

Setelah penerbangan solo tersebut, raja menyerahkan satu buket bunga dan Lencana Emas Gripen Order kepada ratu.

Ratu Thailand tersebut pertama kali menjadi pilot pada tanggal 13 Mei 2010, ketika ia menerbangkan Cessna T-41D milik Skadron 604 di Wing 6, Bangkok. Sejak saat itu, ia tercatat memiliki 1.188,48 jam terbang dengan bermacam jenis pesawat.

  • 315.33 jam di Cessna T-41
  • 38.35 jam di CT-4E Airtrainer
  • 105.59 jam di Pilatus PC-9
  • 98.40 jam di Mooney M20M
  • 137.50 jam di Piper PA-34 Seneca
  • 27.06 jam di Boeing 737-400
  • 453.11 jam di Boeing 737-800
  • 10.13 jam di Saab JAS 39D Gripen dengan dua kursi

Ratu telah berperan sebagai kopilot untuk raja dalam penerbangan domestik dan internasional untuk tugas-tugas kerajaan. Pada bulan April tahun lalu, pasangan kerajaan ini dengan mengagumkan berhasil mendaratkan pesawat kerajaan di Bandara Paro, Bhutan, yang terkenal sebagai salah satu bandara paling sulit di dunia untuk para pilot.

Â