Liputan6.com, Washington D.C - Penyelam Mark Schachter baru saja ingin mengakhiri sesi menyelamnya di Danau Pewaukee, Wisconsin, ketika ia melihat sebuah benda panjang tergeletak di dasar danau. Karena penasaran, ia berenang mendekat dan mulai memeriksa benda misterius tersebut. Dalam hitungan detik, ia menyadari bahwa benda yang ia lihat adalah sebuah kano, kemungkinan berusia sangat tua.
Dikutip dari Smithsonian Magazine, Kamis (8/10/2020), kini, para ahli dari Wisconsin Historical Society menetapkan bahwa perahu tersebut adalah perahu dayung yang berusia sekitar 1.000 tahun, kemungkinan besar dibuat tangan dan digunakan oleh komunitas adat pada akhir abad ke-10 atau awal abad ke-11.
Banyak perahu dayung yang ditemukan di seluruh wilayah Wisconsin, termasuk 16 buah di sebuah "tempat parkir" perahu kuno di Danau Mendota, dekat ibu kota negara bagian Madison. Namun, perahu yang baru ditemukan ini dipercaya perahu yang pertama kali ditemukan di Danau Pewaukee, sebuah perairan seluas 986 hektare yang bersumber dari mata air yang berlokasi di Waukesha County, pinggiran barat Milwaukee.
Advertisement
Anggota 4 Seasons Scuba Diving Club berusia 45 tahun, Schachter, sedang menjadi relawan dalam program membersihkan sampah di Danau Pewaukee pada 6 Mei ketika ia melihat kano tersebut. Saat itu ia langsung menyadari bahwa ia telah menemukan sesuatu yang berharga. Ia pun mencatat lokasi kano tersebut dan menghubungi arkeolog maritim dari perkumpulan tersebut Tamara Thomsen.
"Hal itu langsung menarik perhatian saya," tutur Schachtner kepada Barry Adams dari Wisconsin State Journal. Ia juga menambahkan bahwa ia sudah mengetahui keberadaan perahu dayung yang sebelumnya ditemukan oleh Thomsen dan rekan-rekannya di Danau Mendota.
"Saya selalu waspada. Di sana tidak banyak batang kayu besar kecuali itu adalah kandang ikan atau semacamnya. Benda itu benar-benar mencolok."
Â
Penelitian Kano Dimulai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367886/original/014425100_1791366041-American_Diwali.jpg)
Lima hari dari penemuan awal Schachtner, ia dan Thomsen kembali ke lokasi bersama untuk mengukur benda tersebut, mengambil foto dan video, dan mengumpulkan sampel kecil dari kayu tersebut.
Kano yang menurut para arkeolog masih dalam kondisi baik memiliki panjang 5,2 meter dan lebar 54,8 sentimeter dengan dinding setebal 6,3 sentimeter dan ketebalan dasar 12 sentimeter.
Di bulan Agustus, perkumpulan tersebut menerima hasil pengujian penanggalan radiokarbon dan identifikasi kayu, yang menunjukkan bahwa kano tersebut dibuat sekitar seribu tahun yang lalu dari kayu ek putih.
Hasil pengujian menunjukkan kemungkinan sebesar 70 persen bahwa perahu itu dibuat antara tahun 992 dan 1049 M, era yang dikenal oleh para arkeolog sebagai Periode Woodland Akhir, ketika budaya Mississippian sedang berkembang pesat dan kelompok-kelompok masyarakat adat sedang membangun gundukan patung dan menanam jagung.
Untuk lebih memahami kano tersebut, para ahli dari perkumpulan ini berkonsultasi dengan petugas pelestarian sejarah suku Bad River Band of Lake Superior Chippewa Larry Plucinski dan mantan petugas pelestarian sejarah suku Ho-Chunk Nation Bill Quackenbush. Kedua orang ini adalah rekan suku yang sudah lama terlibat dalam Wisconsin Dugout Canoe Survey Project yang dipimpin oleh Thomsen dan antropolog di Universitas Wisconsin, Madison, Sissel Schroeder.
Saat ini, kano tersebut berada di dasar danau, kira-kira 4,5 meter di bawah permukaan. Namun, 1.000 tahun yang lalu, para ahli menduga bahwa lokasi itu berada di atas permukaan air, tepatnya sepanjang garis pantai kuno danau tersebut. Plucinski berkata kepada Caitlin Looby dari Milwaukee Journal Sentinel bahwa perahu itu kemungkinan besar ditinggalkan di sana secara sengaja untuk digunakan nanti.
Kano dari batang pohon yang dilubangi ini dulunya adalah alat transportasi yang sangat penting. Perahu-perahu ini biasanya dimiliki bersama oleh masyarakat luas, bukan dimiliki individu.
Â
Advertisement
Langkah untuk Pelestarian Perahu Kano
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367883/original/081518400_1791365894-lai-man-nung-CIrhohOpVHA-unsplash.jpg)
"Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak ada yang memilikinya," tutur Plucinski kepada Wisconsin State Journal. "Jika Anda butuh, Anda bisa gunakan."
Kano tersebut terlihat diukir oleh tangan, kemungkinan menggunakan cangkang atau alat batu, dan dibentuk menggunakan api, sebuah proses yang menurut Presiden Ho-Chunk Nation Jon Greendeer kepada Danielle Kaeding dari Wisconsin Public Radio kemungkinan "memakan banyak waktu."
"Bisa dibayangkan betapa besarnya usaha yang dikerahkan untuk setiap kano ini."
Selama berabad-abad, perahu kano ini kemungkinan besar terpapar oleh flaktuasi suhu, jangkar yang menyeret, dan gangguan lainnya. Namun, perahu tersebut sebagiannya diisi oleh sedimen, yang mungkin telah membantu melindunginya dari kerusakan.
"Sungguh luar biasa bahwa perahu ini masih utuh dan tetap seindah ini," tutur Thomsen kepada Milwaukee Journal Sentinel.
Sesuai dari keinginan suku-suku asli Wisconsin, kano tersebut akan tetap terendam di danau. Perkumpulan tersebut juga menyebutkan bahwa menjaganya di bawah air bisa menjadi tempat pelestarian yang terbaik bagi perahu itu.
Lokasi tepatnya dirahasiakan, walaupun petugas konservasi setempat dan regional mengetahui letaknya. Para penyelam boleh mengunjungi lokasi tersebut, tapi undang-undang negara bagian melarang pengambilan, perusakan, pemindahan, atau penghancuran perahu tersebut.
Walaupun ini adalah kano pertama yang ditemukan di Danau Pewaukee, Plucinski menduga ini tidak akan menjadi yang terakhir. Mengingat betapa pentingnya perahu-perahu tersebut sebagai alat transportasi, ia percaya bahwa perahu seperti ini kemungkinan masih menunggu untuk ditemukan.
"Mungkin ini salah satu dari banyaknya kano lain yang akan orang-orang temukan," tutur Plucinski kepada Wisconsin State Journal. "Ke manapun danau yang Anda kunjungi, kemungkinan besar ada kano di sana."
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367884/original/098968300_1791365952-arjun-raj-cSVMukD9pwk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289847/original/046256000_1783415662-3ac21e01-b0c2-4f87-be63-0b2d0e93c546.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569339/original/097080000_1777438673-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563532/original/083842700_1776904085-AP26108447222186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368391/original/096140100_1791432584-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353405/original/061963100_1789963181-000_C8UQ4RW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4504758/original/020930900_1689576177-mcdonalds-g3d0bca58a_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366096/original/075983500_1791251433-Untitled.jpg)