Mantan Bos Intelijen Jerman Ditangkap atas Spionase dan Pengkhianatan

Penyidik belum mengungkap negara atau pihak asing yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Mantan kepala badan intelijen Jerman, August Hanning, ditangkap atas dugaan spionase, pengkhianatan, dan memperoleh informasi rahasia untuk kepentingan pihak asing. Demikian menurut Kantor Kejaksaan Federal Jerman.

Hanning memimpin Badan Intelijen Federal Jerman (BND) pada 1998 hingga 2005. Setelah tidak lagi menjabat, ia bekerja sebagai konsultan swasta.

Jaksa menduga Hanning menggunakan informasi intelijen rahasia untuk menyusun sebuah analisis bagi salah satu badan intelijen asing. Ia juga diduga menjalin hubungan dengan badan intelijen asing lainnya.

Polisi menangkap mantan pegawai BND bernama Manfred D. Ia dituduh menyerahkan sekitar 2.000 dokumen rahasia kepada Hanning dengan imbalan uang.

Manfred D pernah menjabat sebagai kepala biro Hanning dan tetap bekerja di BND hingga tahun ini. Ia didakwa membantu percobaan pengkhianatan serta kegiatan spionase yang dianggap membahayakan negara.

Media lokal melaporkan Hanning ditangkap di rumahnya di Nordwalde, dekat Münster, sedangkan Manfred D ditangkap di Bavaria.

Hanning dijadwalkan hadir di pengadilan pada Rabu (7/10), sementara Manfred D menjalani sidang pada Selasa.

Menurut jaksa, Manfred D pernah menjabat sebagai kepala staf bagi para penerus Hanning pada periode 2012 hingga 2026. Posisi itu disebut memberinya akses ke informasi yang sangat rahasia, yang kemudian ia serahkan kepada Hanning dengan imbalan bayaran.

"Temuan saat ini menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun, Manfred D memberikan sekitar 2.000 dokumen kepada Hanning. Banyak di antaranya berisi informasi rahasia yang hanya boleh digunakan untuk keperluan internal Badan Intelijen Federal," demikian pernyataan kejaksaan seperti dilaporkan BBC.

Jaksa mengatakan, dalam satu kesempatan, Hanning menggunakan informasi intelijen rahasia untuk menyusun sebuah analisis bagi seorang pejabat badan intelijen asing.

Namun, belum diketahui apakah materi tersebut benar-benar sampai kepada penerima yang dituju.

Hanning dituduh selama beberapa tahun menjalin hubungan dekat dengan seorang perwakilan dari badan intelijen asing lainnya.

Menurut jaksa, Hanning memberikan informasi politik kepada orang tersebut. Sebagian informasi itu diduga berasal dari materi yang diperolehnya dari Manfred D.

Media lokal melaporkan dugaan kepemilikan dokumen intelijen oleh Hanning terungkap dalam penyelidikan kasus lain yang melibatkan Christina Block, pewaris jaringan restoran steak di Jerman.

Kejaksaan Hamburg menuduh Block mendalangi penculikan dua anak termudanya pada 2023 di tengah perselisihan hak asuh.

Penyidik juga menduga Hanning terlibat dalam upaya penculikan terhadap kedua anak tersebut pada kesempatan sebelumnya. Hanning membantah tuduhan itu.

Dalam penyelidikan kasus tersebut, petugas kepolisian kriminal negara bagian dilaporkan menemukan sebuah perangkat penyimpanan data elektronik yang berisi informasi sensitif, termasuk dokumen terbaru milik BND.

Kasus Hanning bukan pertama kalinya BND menghadapi perkara serupa.

Seorang pejabat tinggi intelijen Jerman didakwa melakukan pengkhianatan pada 2023 karena diduga membocorkan rahasia negara kepada Rusia.

Jaksa menuduh Carsten L membagikan informasi intelijen mengenai perang di Ukraina dan kelompok tentara bayaran Wagner. Ia diduga menerima sekitar 400.000 euro atau sekitar US$ 450.000.

Persidangan Carsten L masih berlangsung.