Interpol Bekuk Anggota Geng Pencuri Berlian `Pink Panthers`

Pink Panthers diyakini telah mencuri berlian senilai lebih dari 300 juta euro atau Rp 49,2 triliun.

Diterbitkan 13 Februari 2014, 17:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Setahun bersembunyi dari kejaran Polisi Internasional (Interpol), seorang pria yang diduga terlibat dalam jaringan pencuri berlian internasional 'Pink Panthers' ditangkap.

Borko Ilincic, nama pria pria berkebangsaan Siberia itu diciduk kepolisian Spanyol di Alcala de Henares di pinggir Kota Madrid, Spanyol saat sedang menyetir.

"Kami menduga Borko Ilinic ikut andil dalam aksi pencurian berlian di sebuah toko di sebuah pusat perbelanjaan di Dubai pada tahun 2007 silam yang dilakukan kelompok 'Pink Panthers'," ujar juru bicara kepolisian Spanyol seperti dikutip Liputan6.com dari CNN, Kamis (13/2/2014).

Dugaan itu muncul setelah kepolisian Spanyol memeriksa video rekaman pencurian toko berian di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) itu. video tersebut memperlihatkan seorang petugas toko berlian yang bersembunyi karena ketakutan saat seorang pria bertudung menggasak berlian-berlian yang dipajang di etalase toko.

Setelah menguras isi toko, pria bertudung dan temannya yang lain kembali ke mobil yang diparkir di area pusat perbelanjaan itu, lalu kabur.

"Kami masih perlu memastikan apakah pria bertudung itu benar Borko," tutur juru bicara kepolisian Spanyol.

Kepolisian Spanyol memperkirakan komplotan pencuri 'Pink Panthers' itu berhasil menggasak berlian dengan jumlah total mencapai 3 juta euro atau Rp 49,3 miliar. Namun, Interpol mengeluarkan pernyataan berbeda. Interpol mengungkapan berlian-berlian yang digasak di Dubai itu bernilai total 11 juta euro atau lebih dari Rp 180 miliar.

Borko yang ditangkap saat hendak meninggalkan hotel tempatnya menginap pada Selasa, 11 Februari lalu, menjadi daftar incaran Interpol sejak dirinya diduga sebagai pelaku pencurian yang diketahui didalangi 'Pink Panthers'.

Jika terbukti terlibat dalam aksi pencurian itu, Borko terancam hukuman kurungan seumur hidup di salah satu penjara di Uni Emirat Arab.

Apa itu 'Pink Panthers'?

Nama 'Pink Panthers' pertama kali disematkan kepada jaringan pencuri berlian kelas internasional ini oleh kepolisian Inggris. Sebutan itu diberikan karena cara yang mereka lakukan dalam mengelabui polisi persis seperti adegan dalam sebuah film -- berjudul The Pink Panther -- di mana si pencuri menyembunyikan berlian 'Pink Panthers' di dalam kemasan krim wajah.

"Di London, sebuah cincin berlian dicuri pada Mei 2003, lalu cincin itu disembunyikan di kemasan krim wajah. Dari situlah nama 'Pink Panthers' lahir," jelas juru bicara Interpol.

'Pink Panthers' merupakan kelompok jaringan kriminal yang diyakini telah mencuri berlian senilai lebih dari 300 juta euro atau Rp 49,2 triliun sejak tahun 1999. Ratusan anggota komplotan yang telah melakukan lebih dari 340 kali pencurian di 35 negara telah dijadikan tersangka. (Ega/Ein)