Jalur Sulit Dijangkau, Bagal pun Dikerahkan

Enam ekor bagal secara resmi ditetapkan sebagai hewan pengangkut dalam pekerjaan konstruksi angkutan kabel di Tung Chung. Hewan persilangan keledai dan kuda itu dapat melewati jalur yang sulit dilalui kendaraan.

Diterbitkan 24 Juni 2004, 09:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Hongkong: Proses konstruksi bangunan di dunia modern tak selalu mengandalkan mesin canggih. Jika terbentur pada kondisi lingkungan, maka manusia pasti akan kembali bergantung pada hewan. Seperti yang dilakukan di masa silam. Pendekatan ini dilakukan oleh salah satu perusahaan di Lantau Island, Hongkong, baru-baru ini.

Enam ekor bagal secara resmi ditetapkan sebagai alat pengangkut dalam pekerjaan konstruksi angkutan kabel di Tung Chung. Hewan hasil persilangan keledai dan kuda yang berasal dari Kanada itu akan ditugaskan untuk mengangkut material konstruksi yang berat seperti semen, pasir, balok kayu, dan bahan bakar. Hewan-hewan ini akan melewati jalur sejauh dua kilometer yang tak dapat dilalui kendaraan. Kendati demikian, mereka mengalami kendala karena bagal bekerja berdasar kemauan sendiri.

Secara umum, seekor bagal dapat mengangkut lebih dari 400 kilogram material dan bekerja antara enam hingga tujuh jam. Jadi, menurut perhitungan, kumpulan bagal itu dapat mengangkut sekitar 120 kilometer beban sebanyak empat hingga lima kali sehari. Namun, perkiraan itu tak mutlak karena sifat bagal yang tak pasti.

Kendati mempekerjakan binatang, pihak perusahaan juga mempertimbangkan jadwal kerja layaknya manusia. Selain itu hewan-hewan ini mendapat jatah libur pada Ahad dan hari nasional. Kawanan bagal ini juga dimanjakan dengan fasilitas kipas angin. Tujuannya untuk menyejukkan hewan asal Albeta yang terbiasa dengan cuaca dingin.

Menurut perusahaan konstruksi yang membangun Tung Cung, dengan menggunakan Bagal berarti tak perlu membuka atau menghancurkan hutan. Karena jalan yang dilaui sekelompok binatang itu tidak membutuhkan ruang yang cukup luas seperti kendaraan pengangkut modern.

Proyek angkutan kabel di Tung Cung dikembangkan dan didanai oleh MTR Corporation dan pengelolanya. Kemudian diserahkan kepada Skyrail ITM Hongkong, sebuah anak perusahaan dari Sky Rail Private Limited yang memiliki angkutan kabel sejauh 7,5 kilometer di Cairns, Australia.(DNP/Uri)