Liputan6.com, Washington, DC - Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Rabu (11/6), beberapa jam setelah Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Teheran akan membayar harganya karena negosiasi untuk mengakhiri perang belum mencapai kesepakatan.
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) seperti dikutip dari laporan Associated Press, serangan tersebut menyasar sejumlah target di Iran sebagai respons atas apa yang disebut Washington sebagai agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut.
Gelombang serangan terbaru itu terjadi setelah Bahrain, Kuwait, dan Yordania — negara-negara yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS — menjadi sasaran serangan Iran. Peristiwa ini menjadi kali ketiga dalam sepekan kedua pihak saling melancarkan serangan yang menguji gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan.
Advertisement
Serangan tersebut juga terjadi sehari setelah AS menggempur Iran menyusul jatuhnya sebuah helikopter Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz. Trump menuding Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Trump sebelumnya telah mendesak Iran untuk menandatangani kesepakatan guna mengakhiri perang dan pada awal pekan ini mengisyaratkan bahwa perjanjian damai dapat dicapai dalam hitungan hari.
Media Iran melaporkan ledakan terdengar di Bandar Abbas, Sirik, dan Minab di wilayah selatan negara itu.
Meski telah menghadapi serangan udara intensif selama beberapa pekan, Iran dinilai masih mampu bertahan. Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting pengiriman minyak dan gas dunia, tetap menjadi salah satu faktor utama dalam perundingan yang berlangsung.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani mengatakan AS harus menghentikan ancaman penggunaan kekuatan jika benar-benar menginginkan kesepakatan.
"Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman dan tekanan, dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan maupun intimidasi," kata Iravani dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Rabu.
Meski demikian, kedua negara sama-sama mencari jalan keluar dari konflik tersebut, dengan tetap berupaya mempertahankan posisi politik masing-masing di dalam negeri.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap mendorong sejumlah tujuan yang berpotensi mempersulit tercapainya kompromi, yakni runtuhnya pemerintahan teokratis Iran, penghapusan program nuklir Teheran, dan penghancuran kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Pada Senin (8/6), Iran dan Israel kembali saling melancarkan serangan.
Klaim Trump
Sejak perang dimulai melalui serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, konflik mengguncang perekonomian global, memicu kenaikan harga energi, serta mendorong meningkatnya harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga minyak mentah acuan internasional diperdagangkan di atas US$ 93 per barel pada Rabu, naik lebih dari 25 persen dibandingkan saat perang dimulai.
Trump mengklaim militer AS sejak bulan lalu menjalankan "misi rahasia" untuk membantu pengiriman minyak melewati kawasan Selat Hormuz yang menjadi titik ketegangan dengan Iran.
Menurut Trump, kapal-kapal berhasil melintas pada malam hari setelah sejumlah peralatan radar Iran dihancurkan. Ia mengklaim pula lebih dari 100 juta barel minyak berhasil melewati jalur tersebut tanpa terganggu.
Hingga kini belum ada verifikasi independen atas angka yang disampaikan Trump tersebut. Jumlah itu setara dengan sekitar lima hari volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sebelum perang pecah.
Namun, bentuk dukungan yang diberikan militer AS dalam operasi tersebut belum dijelaskan secara rinci. Juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengatakan pasukan AS berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kapal-kapal komersial yang beroperasi di kawasan itu.Â
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571830/original/047276000_1777704229-AP26122014180839.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4406288/original/043461500_1682467881-FILES-US-POLITICS-VOTE-BIDEN-104000_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267162/original/045706800_1602658744-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5089444/original/080903600_1736557044-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282507/original/020517700_1752477543-AP25193806666316.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266425/original/035543800_1671506043-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318749/original/047089000_1786155529-Tentara_AS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317176/original/027139700_1786004635-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318612/original/011542900_1786112000-IMG_2815.jpeg)