Korban termuda dari amukan Topan Haiyan begitu lemah, bahkan selalu menangis. Bayi-bayi itu mungkin tak mengerti apa itu topan, namun yang pasti mereka merasakan kondisi sekitarnya berubah pasca amukan angin superkencang itu. Bayi-bayi merah yang baru lahir juga menjadi saksi keganasan Topan Haiyan. 7 Bayi lahir prematur setelah ibu mereka terkejut akibat terjangan Topan 'monster' Haiyan pada Jumat 8 November. Seperti dilansir Daily Mail yang dikutip Liputan6.com, Kamis (14/11/2013), sejak Rabu 13 November bayi-bayi merah itu berbaring berlindung dari terik matahari di salah satu kapel yang dijadikan rumah sakit di Kota Tacloban yang paling parah dilanda amukan topan.Keajaiban selalu terjadi pada bayi. Menurut media tersebut, bayi kedelapan yang lahir 2 hari setelah amukan topan 'monster' di Filipina tengah tetap hidup dengan neneknya yang kelelahan memompa udara dengan tangan ke dalam paru-parunya yang bermasalah.Keajaiban juga dialami bayi lain, meski wajahnya telah lebam berwarna ungu karena proses kelahiran yang terburu-buru. "Namun bayi merah itu cukup kuat untuk menangis," ujar salah satu perawat.Kedua ujung ruangan yang digunakan sebagai rumah sakit itu menjadi saksi tempat menampung 80 bayi yang dipasangi infus. Lalu area sebelum altar dan patung kayu Yesus Kristus terdapat deretan tangki oksigen dan bayi yang sedang tidur di bawahnya. Miris melihat situasi tersebut.Mukjizat juga dialami ibu muda bernama Mary Jane Tevez yang baru berusia 16 tahun. Mary dan suaminya berhasil lolos dari rumah mereka yang runtuh, dan hanya terjebak dalam reruntuhan rumah tetangga. Namun Mary mulai merasakan sakit yang tak tertahankan di perutnya ketika sedang berjuang hidup dengan berlindung di bawah selapis kayu tebal.Akhirnya, Mary melahirkan bayi laki-laki pada Sabtu 9 November. Ia memberi nama buah hatinya Yolando, terinspirasi nama Topan Haiyan yang disebut Yolanda. Namun Yolando versi maskulinnya."Ini karena kita tidak ingin melupakan apa yang harus pergi melalui dan karena kita punya kehidupan lain," kata ayahnya, Meller Balabog.Ketika bayi-bayi itu menerima keajaiban Tuhan, peristiwa memilukan justru menimpa Maricel Cruz. Wanita itu terdiam, tatapannya sendu ketika duduk di bangku di rumah sakit sambil menggendong bayinya yang telah membusuk. Bayi Maricel yang berusia 5 bulan itu sudah meninggal beberapa hari lalu dan dibungkus jaket hitam."Bayiku sudah sakit sebelum topan datang. Setelah topan, aku mencari obat tapi tidak ada. Bayiku mengejang dan meninggal," tutur Maricel dengan sedih."Tidak ada yang membantu kami," ucap Maricel.Sementara akibat tak adanya obat-obatan, seorang wanita rela membiarkan buah hatinya yang baru lahir dibawa oleh petugas militer ke luar Filipina. Butuh BantuanTak hanya bayi-bayi merah itu yang membutuhkan bantuan serta pertolongan, namun semua orang juga. Mereka semua benar-benar membutuhkan bantuan. Di pintu masuk rumah sakit yang begitu penuh itu, terlihat tanda arah kamar jenazah, lalu tulisan kebutuhan mendesak seperti: generator, minum air, oksigen, gas untuk memasak, obat-obatan dan tenaga kerja.Saat ini sebuah generator berbahan bakar bensin adalah satu-satunya sumber daya. Para pasien pun terbaring berkeringat di koridor gelap sambil menunggu pengobatan atas luka mereka akibat puing-puing yang dibawa air laut.Dr Alberto de Leon selaku direktur sebuah rumah sakit Eastern Visayas Regional Medical Centre mengakui sangat khawatir melihat kondisi itu."Saya khawatir bayi yang baru lahir akan terinfeksi di rumah sakit. Mayat yang berada di belakang bisa menjadi sumber penyakit," jelas Alberto.Rumah sakit itu memang telah menjadi fokus bagi semua orang terluka, orang-orang yang kelaparan dan tunawisma akibat topan yang mengira bisa mendapatkan makanan dan tempat tinggal serta keamanan dari geng bersenjata dan penjarah.Keputusasaan mencengkeram wilayah tersebut, terlebih saat ini marak penjarahan berujung pada kekerasan dengan dalih bertahan hidup. Itu semua terjadi karena keterlambatan pasokan makanan, air dan obat-obatan. Bahkan saking sulitnya mendapatkan minum, beberapa orang menggali pipa air bawah tanah dan menghancurkannya. (Tnt/Sss)Baca Juga: Topan Filipina `Memori` Tsunami AcehAjaib, Bayi Lahir di Tengah Amukan Topan `Monster` Haiyan
80 Bayi Merah Topan Haiyan `Berjuang` di Gereja yang Dijadikan RS
Korban termuda dari amukan Topan Haiyan begitu lemah, bahkan selalu menangis.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6729/original/bayi-korban-haiyan-131114b.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
- The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna Baru5 hari yang lalu
- Ubah Purun Jadi Tech Organizer, Inovasi Hijau Selamatkan Gambut Kalimantan5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
- PLTS Atap 416 kWp Terpasang di RS Mardi Rahayu, Operasional 24 Jam6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
- Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
- Limbah Pertanian Tak Terbuang, Warga Sumbar Olah Jadi Produk Bernilai1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
- ESG BRI Diakui Global, Masuk S&P Global Sustainability Yearbook Empat Tahun Berturut-turut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
- Perdagangan Karbon Kehutanan Libatkan Masyarakat, Bujang Raba Jadi Percontohan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5078809/original/005995500_1736144544-Screenshot_20250106_121234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411684/original/055157700_1479706948-Filipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365734/original/015271000_1791190571-90-57.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358133/original/064610500_1790324375-Ayala-Mitsubishi-2026-scaled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673753/original/penembakan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350249/original/086676900_1789604008-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347102/original/071304100_1789271884-damaged_philippine_ferry.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344781/original/028667000_1789003453-000_c7ur9vl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342682/original/001554200_1788786674-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341498/original/088279600_1788642548-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_13.00.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)