Tim Inspeksi: Irak Tak Memiliki Senjata Pemusnah

Di hadapan Kongres AS di Wasinghton D.C., David Kay, Ketua Tim Pencari Senjata di Irak melaporkan bahwa rezim Saddam Hussein tak memiliki senjata pemusnah massal.

Diterbitkan 03 Oktober 2003, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Washington D.C: Pemerintah Amerika Serikat untuk kesekian kalinya mendapat tekanan berkenaan dengan serangannya terhadap Irak. David Kay, Ketua Tim Pencari Senjata di Irak mengungkapkan bahwa rezim Saddam Hussein tak memiliki senjata pemusnah massal. Ini diungkapkan Kay dalam sebuah laporannya di hadapan para wakil rakyat AS di Washington D.C, baru-baru ini.

Berdasarkan laporan tim inspeksinya, Kay menyimpulkan bahwa tuduhan pemerintah George Walker Bush tentang keberadaan senjata pemusnah massal di Irak tak benar. Dalam hal ini, Kay mengaku pihaknya hanya menemukan bukti dalam bentuk terbatas tentang adanya program rahasia pengembangan senjata biologi dan kimia. Itu pun, berskala kecil. Namun, yang pasti tak ada proyek persenjataan nuklir yang signifikan.

Sejatinya laporan Kay akan memberatkan pemerintahan Presiden George Walker Bush yang telah meminta tambahan dana US$ 600 juta untuk melanjutkan pencarian senjata serta US$ 87 miliar untuk pembangunan kembali Irak. Sementara Departemen Kehakiman AS mengintensifkan penyelidikan tentang pelanggaran hukum, berupa pembocoran nama agen rahasia dalam penyusunan laporan tentang Irak. Penyelidikan mengarah ke pejabat Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri atau Gedung Putih.(ORS/Nlg)