Spanyol Izinkan MV Hondius Berlabuh di Pulau Canary Meski Terdampak Wabah Hantavirus

Sempat ada penolakan, kini kapal pesiar MV Hondius diizinkan berlabuh di Spanyol.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madrid - Pemerintah Spanyol memberikan izin kepada kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, untuk berlayar menuju Kepulauan Canary setelah kapal tersebut terdampak wabah hantavirus mematikan di perairan Afrika Barat.

Dalam pernyataan pada Selasa (6/5/2026) malam, Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut keputusan itu diambil setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa Tanjung Verde tidak memiliki kapasitas untuk menangani 147 penumpang dan awak kapal yang berada di atas MV Hondius.

“Kepulauan Canary adalah lokasi terdekat dengan kemampuan yang diperlukan,” demikian pernyataan kementerian tersebut, dikutip dari laman Chinadaily, Kamis (7/5).

Pemerintah Spanyol juga menegaskan bahwa negaranya memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu para penumpang, termasuk sejumlah warga negara Spanyol yang berada di kapal.

Kapal diperkirakan tiba di Kepulauan Canary dalam tiga hingga empat hari ke depan, meski otoritas belum memastikan pelabuhan tujuan. Setibanya di sana, seluruh penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mendapatkan perawatan atau dipulangkan ke negara masing-masing.

MV Hondius diketahui berangkat dari Argentina sekitar sebulan lalu untuk menyeberangi Samudra Atlantik. Sejak pelayaran dimulai, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus.

WHO saat ini masih menyelidiki asal mula wabah tersebut. Berdasarkan temuan awal, korban pertama mulai menunjukkan gejala pada 6 April dan diduga telah terpapar virus sebelum naik ke kapal.

Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Namun, WHO menyebut pihaknya mendapat laporan bahwa tidak ditemukan tikus di atas kapal.

Seiring bertambahnya kasus, penumpang dan awak kapal sempat diisolasi setelah otoritas Tanjung Verde menolak memberikan izin sandar. Kapal kemudian berlabuh di lepas pantai Praia.

 

Penanganan Medis Bagi Pihak Terdampak Virus

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan tiga pasien yang diduga terinfeksi hantavirus telah dievakuasi dan sedang dalam perjalanan menuju Belanda untuk mendapatkan penanganan medis.

Perwakilan WHO di Tanjung Verde, Ann Lindstrand, menyebut kapal akan melanjutkan pelayarannya setelah proses evakuasi selesai.

Sementara itu, operator kapal, Oceanwide Expeditions, mengonfirmasi bahwa MV Hondius diarahkan menuju wilayah utara, yakni Gran Canaria atau Tenerife.

Di tengah isolasi yang masih berlangsung, sejumlah penumpang mengaku berusaha menjalani aktivitas secara normal sambil menunggu keputusan otoritas kesehatan.

“Hari-hari kami hampir normal. Kami membaca, menonton film, dan mencoba tetap sibuk sambil menunggu solusi,” ujar salah satu penumpang, Qasem Elhato (31).