Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Membantah

Ini bukan kali pertama Trump melontarkan klaim serupa.

Diterbitkan 02 April 2026, 18:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (1/4/2026) menyatakan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah meminta gencatan senjata kepada AS. 

Trump mengatakan bahwa AS akan mempertimbangkan gencatan senjata hanya jika Iran terlebih dahulu membuka kembali Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa hingga kondisi tersebut terpenuhi, operasi militer terhadap Iran akan terus dilakukan.

Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di Truth Social, beberapa jam sebelum pidato televisinya pada pukul 21.00 waktu setempat, yang merupakan pidato pertamanya sejak perang dipicu oleh serangan AS-Israel pada 28 Februari.

Namun, Teheran membantah klaim tersebut. 

Berdasarkan laporan Al Jazeera, bantahan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran yang menegaskan bahwa tidak ada permintaan gencatan senjata dari pihak Iran. 

Teheran juga menyatakan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik.

Sebelumnya, Presiden Pezeshkian menyatakan Iran memiliki tekad yang kuat untuk mencapai gencatan senjata, tetapi hanya jika pihak lawan memberikan jaminan bahwa permusuhan tidak akan kembali terjadi.

 

"Selat Hormuz Terbuka bagi Dunia"

Iran pada Kamis (2/4) menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi pelayaran global, namun "tertutup" bagi musuh-musuhnya serta pangkalan mereka di kawasan.

Ali Akbar Velayati, penasihat pemimpin tertinggi Iran, menyampaikan pernyataan tersebut melalui platform media sosial X. Ia menegaskan bahwa hasil perang akan ditentukan oleh strategi Iran, bukan oleh apa yang ia sebut sebagai "ilusi" para lawannya.

"Selat Hormuz terbuka untuk dunia, tetapi akan tetap tertutup bagi musuh rakyat Iran dan pangkalan mereka di kawasan," ujarnya.

Velayati juga menambahkan bahwa perang akan berakhir sesuai dengan kehendak Iran.

"Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan oleh kesombongan dan ilusi para agresor," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Trump mengatakan dalam pidato televisi dari Gedung Putih bahwa Iran hanya memiliki "sangat sedikit" peluncur rudal yang tersisa. Ia juga menyebut kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah "berkurang drastis".

Trump menambahkan bahwa ia memperkirakan perang akan berlanjut selama dua hingga tiga minggu ke depan, namun meyakini konflik tersebut mulai mendekati akhir.

Teheran masih mempertahankan kendali efektif atas Selat Hormuz, jalur perairan penting bagi pasokan energi menuju negara-negara Asia, dengan tetap mengizinkan kapal dari negara-negara yang dianggap "bersahabat" oleh Iran.

Â