14 Februari 1979: Tembakan di Kamar 117 Hotel Kabul Tewaskan Dubes AS untuk Afghanistan

Peristiwa 14 Februari 1979 berlangsung hanya beberapa jam, tetapi konsekuensinya meluas jauh melampaui hari itu.

Diterbitkan 14 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kabul - Pada 14 Februari 1979, seorang duta besar Amerika Serikat (AS) tewas di sebuah kamar hotel di Kabul. Peristiwa itu berlangsung hanya beberapa jam, tetapi dampaknya terasa jauh melampaui hari itu.

Korban adalah Adolph Dubs, Duta Besar AS untuk Afghanistan. Menurut dokumen resmi Foreign Relations of the United States (FRUS), 1977–1980, Volume XII: Afghanistan yang diterbitkan oleh U.S. Department of State, Dubs diculik pada pagi hari saat dalam perjalanan menuju Kedutaan Besar AS di Kabul. Mobilnya dihentikan oleh empat pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi Afghanistan.

FRUS mencatat bahwa ia kemudian dibawa ke Hotel Kabul di pusat kota dan ditahan di sebuah kamar di lantai atas. Laporan pers—termasuk The New York Times dan The Washington Post edisi 15 Februari 1979—mengidentifikasi kamar tersebut sebagai nomor 117.

Keputusan Penyerbuan

Kabel diplomatik yang kemudian dimuat dalam FRUS menunjukkan bahwa para penculik menuntut pembebasan sejumlah tahanan politik. Informasi ini diterima melalui komunikasi antara pejabat Afghanistan dan Kedutaan Besar AS.

Dokumen yang sama memperlihatkan posisi Washington sejak awal: pejabat Kedutaan Besar AS meminta agar otoritas Afghanistan menahan diri dan mengupayakan negosiasi. Dalam komunikasi internal yang dirangkum FRUS, pihak AS menyatakan kekhawatiran bahwa tindakan bersenjata dapat membahayakan keselamatan sandera.

Meski demikian, menurut kronologi dalam arsip, aparat keamanan Afghanistan melancarkan serangan ke kamar hotel sekitar tengah hari. Baku tembak terjadi di dalam ruangan itu.

Setelah operasi berakhir, Dubs ditemukan dalam kondisi luka tembak fatal dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Tidak disebutkan berapa peluru yang mengenainya, namun sejumlah media melaporkan bahwa ia menderita luka tembak di kepala.

FRUS mencantumkan pula bahwa para penculik tewas dalam insiden tersebut.

Dalam laporan retrospektifnya, Radio Free Europe/Radio Liberty menuliskan bahwa menurut laporan yang diterima Washington saat itu, penasihat keamanan Uni Soviet dilaporkan berada di lokasi operasi. Arsip FRUS menunjukkan informasi mengenai kehadiran penasihat Soviet turut memengaruhi penilaian AS terhadap peristiwa tersebut, meskipun dokumen tersebut tidak merinci peran operasional mereka.

Konteks Politik yang Lebih Luas

Peristiwa ini terjadi kurang dari setahun setelah Revolusi Saur April 1978, ketika pemerintahan Partai Demokratik Rakyat Afghanistan mempererat hubungan dengan Soviet.

Dalam penilaian kebijakan yang tercermin dalam FRUS, situasi Afghanistan pada awal 1979 digambarkan tidak stabil, dengan meningkatnya kekerasan politik dan penahanan terhadap lawan pemerintah.

Dubs sendiri adalah diplomat senior yang sebelumnya menjabat sebagai Charge d'Affaires di Moskow. Catatan Kementerian Luar Negeri AS menunjukkan bahwa penugasannya ke Kabul berlangsung dalam konteks meningkatnya perhatian Washington terhadap arah politik Afghanistan.

Pada hari yang sama dengan kematian Dubs, Presiden AS Jimmy Carter mengeluarkan pernyataan resmi—kini tersimpan di Jimmy Carter Presidential Library—yang menyatakan bahwa pembunuhan seorang duta besar merupakan tindakan kekerasan serius terhadap AS.

Menurut dokumen FRUS, setelah insiden tersebut AS mengurangi bantuan ekonomi kepada Afghanistan dan menarik sebagian staf diplomatiknya. FRUS mengungkapkan bahwa Washington menyatakan ketidakpuasan atas penanganan krisis tersebut dan tidak menerima penjelasan yang dianggap memadai mengenai keputusan serbuan. 

Kurang dari sepuluh bulan kemudian, pada Desember 1979, Soviet menginvasi Afghanistan. AS merespons dengan meningkatkan dukungan kepada kelompok perlawanan anti-Soviet serta menjatuhkan sanksi terhadap Soviet.Â