2 Februari 1972: Kedubes Inggris di Dublin Dibakar Massa Usai Penembakan di Londonderry

Pada 2 Februari 1972, sejumlah orang dilaporkan tewas akibat aksi demo di Dublin.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Dublin - Kedutaan Besar Inggris di Dublin hancur pada 2 Februari 1972 akibat serangan massa demonstran yang marah menyusul penembakan yang menewaskan 13 orang di Londonderry, Irlandia Utara, pada Minggu. Aksi kekerasan tersebut menjadi puncak protes besar-besaran terhadap pemerintah Inggris.

Kerumunan demonstran yang diperkirakan berjumlah antara 20.000 hingga 30.000 orang mengepung gedung kedutaan di Merrion Square, dekat gedung parlemen Irlandia, selama hampir tiga hari. Pada puncaknya, massa menyerang bangunan dengan ratusan bom molotov, lemparan batu, dan berbagai benda lainnya.

Mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api tidak dapat mencapai lokasi selama beberapa jam karena terhalang massa. Seluruh jendela bagian depan gedung pecah, sementara daun jendela dan penutup bangunan direnggut dari engselnya, dikutip dari BBC, Senin (2/1/2026).

Bendera Inggris atau Union Jack yang dibakar digantung di bagian depan gedung, tepat di atas peti-peti mati simbolis yang diletakkan di tangga kedutaan oleh pimpinan aksi. Peti-peti tersebut dibawa masuk setelah para demonstran diizinkan melewati barikade polisi.

Sekitar 20 orang, termasuk demonstran dan polisi, dilaporkan mengalami luka-luka. Seorang polisi dilaporkan terluka serius setelah sebuah bom gelignite digunakan untuk meledakkan pintu depan kedutaan sekitar tengah malam.

Duta Besar Inggris beserta stafnya telah dievakuasi dari gedung pada hari berikutnya, menyisakan sejumlah kecil petugas keamanan di dalam bangunan yang rusak parah tersebut.

Serangan juga meluas ke bangunan lain yang memiliki keterkaitan dengan Inggris. Salah satu insiden terparah terjadi di pelabuhan Dun Laoghaire, di selatan Dublin, di mana sebuah kantor perusahaan asuransi milik Inggris dibakar hingga habis.

Hari Berkabung NasionalAksi kekerasan itu terjadi bertepatan dengan hari berkabung nasional di Republik Irlandia untuk mengenang para korban penembakan di Londonderry. Sekolah, pabrik, dan perkantoran ditutup, sementara layanan bus dan taksi dihentikan. Jaringan penerbangan juga ditutup selama empat jam.

Presiden Irlandia Eamonn de Valera dan Perdana Menteri Jack Lynch menghadiri kebaktian khusus di Dublin. Sementara itu, dalam demonstrasi di jalanan, massa membakar patung dan gambar Perdana Menteri Inggris Edward Heath, berdampingan dengan foto Perdana Menteri Irlandia Utara Brian Faulkner.

Pemerintah Inggris telah melayangkan protes resmi atas serangan terhadap kedutaannya. Pemerintah Irlandia menyatakan penyesalan atas insiden tersebut dan mengonfirmasi akan memberikan kompensasi atas kerusakan yang terjadi.