Liputan6.com, Lima - Bencana alam dahsyat melanda wilayah barat laut Peru pada 11 Januari 1962, ketika longsoran besar salju, es, lumpur, dan bebatuan meluncur dari Gunung Huascarán, puncak tertinggi Pegunungan Andes. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 2.000 orang dan mengubur sebuah desa pegunungan beserta sejumlah permukiman di sekitarnya.
Longsoran bermassa jutaan ton tersebut menghantam Desa Ranrahirca dan sedikitnya delapan kota lain yang dilaporkan hancur total. Wali Kota Ranrahirca, Alfonso Caballero, menyatakan hanya sekitar 50 orang yang selamat dari total 500 penduduk di wilayahnya.
“Dalam delapan menit, kota Ranrahirca hilang dari peta,” ujar Caballero, menggambarkan kecepatan dan kekuatan bencana, dikutip dari laman BBC, Minggu (11/1/2026).
Advertisement
Kepala layanan darurat setempat, Kolonel Umberto Ampuera, menyebut kondisi di lokasi bencana sebagai pemandangan yang mengerikan. Ia menggambarkan tembok es dan batu setinggi sekitar 12 meter dan selebar hampir satu kilometer bergemuruh menuruni Sungai Santa.
Akibat longsoran tersebut, permukaan Sungai Santa dilaporkan naik hingga delapan meter, menyeret apa pun yang dilaluinya sepanjang lembah Rio Santa. Jenazah korban bahkan ditemukan hingga ke pelabuhan Chimbote, sekitar 60 mil dari lokasi kejadian, tempat sungai bermuara ke laut.
Upaya penyelamatan segera dilakukan, namun terkendala oleh badai yang juga diduga menjadi pemicu longsor. Kolonel Ampuera meminta bantuan Pemerintah Peru untuk memulihkan jalur komunikasi yang terputus dan mempercepat penjangkauan terhadap korban selamat di wilayah terdampak.
Estimasi Korban dan Tragedi Susulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468938/original/083813100_1768037380-1768036920241.jpg)
Dua pesawat Angkatan Udara Peru dikerahkan membawa bantuan ke daerah tersebut, sementara pasukan dikirim membuka akses jalan ke Ranrahirca serta daerah terisolasi lainnya. Pejabat Sekretaris Jenderal PBB, U Thant, turut menawarkan bantuan teknis melalui telegram kepada Presiden Manuel Prado.
Terkait jumlah korban jiwa, Presiden Palang Merah Peru, Roberto Thorndike, memperkirakan antara 2 ribu hingga 2.500 orang tewas. Namun, otoritas setempat meyakini angka kematian lebih tinggi, berkisar antara tiga ribu hingga empat ribu jiwa.
Wilayah tersebut memang diketahui rawan longsor saat gletser mencair dan pecah melewati ngarai-ngarai dalam. Nahasnya, bencana di Lembah Rio Santa terulang kembali dalam skala lebih besar pada 1970.
Gempa bumi memicu longsoran es dari Gunung Huascaran yang kembali menghancurkan Ranrahirca dan mengubur kota Yungay, menewaskan sekitar 20 ribu orang dengan hanya 400 orang yang selamat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3905030/original/ACg8ocIhRhvs-eLZI_JgAExp-r2LUXlTLIqN67fFE_mGuoyy_l1HK8eG%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468937/original/039190300_1768037380-1768036866066.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8494563/original/017386300_1782411005-c58cee05-24b7-4bd4-8479-0b9e2df2ac4b.jpg)