Hujan Lebat Picu Banjir Bandang di Afghanistan, 17 Orang Tewas

Hujan melanda wilayah Afghanistan usai dilanda kekeringan parah.

Diterbitkan 02 Januari 2026, 16:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kabul - Hujan lebat disertai salju pertama musim ini mengakhiri kekeringan berkepanjangan di Afghanistan, namun sekaligus memicu banjir bandang di sejumlah wilayah.

Sedikitnya 17 orang tewas dan 11 lainnya luka-luka akibat bencana tersebut, kata Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan, Kamis (1/1/2026).

Juru bicara otoritas tersebut, Mohammad Yousaf Hammad, mengatakan cuaca ekstrem melanda wilayah tengah, utara, selatan, dan barat Afghanistan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Banjir dilaporkan merusak infrastruktur di beberapa distrik terdampak, menewaskan ternak, serta memengaruhi sekitar 1.800 keluarga di kawasan perkotaan dan pedesaan yang sudah rentan, dikutip dari laman Arab News, Jumat (2/1).

Menurut Hammad, tim penilai telah dikerahkan ke daerah-daerah paling parah terdampak untuk melakukan pendataan awal. Proses survei masih berlangsung guna menentukan kebutuhan bantuan lanjutan bagi para korban.

Afghanistan, seperti Pakistan dan India di kawasan Asia Selatan, termasuk negara yang sangat rentan terhadap cuaca ekstrem, terutama banjir bandang pascahujan musiman. Kerentanan ini diperparah oleh konflik berkepanjangan, kondisi infrastruktur yang buruk, deforestasi, serta dampak perubahan iklim yang kian intens.

Di banyak wilayah terpencil, rumah-rumah warga masih dibangun dari lumpur, sehingga hanya memberikan perlindungan terbatas terhadap terjangan banjir mendadak. Kondisi tersebut membuat dampak bencana kerap lebih besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerusakan material.