Liputan6.com, Jakarta - Dampak gelombang laut dahsyat yang dipicu gempa bumi di bawah Samudra Hindia telah menewaskan sebanyak lebih dari 11.000 orang tewas pada 26 Desember 2004, di mana mengenai enam negara lainnya yang juga terdampak dalam bencana berkekuatan magnitudo 8,9 pada pukul 07.59 waktu setempat.
Gempa bumi yang terjadi ini berpusat di lepas pantai barat Sumatera, dan memicu tsunami dahsyat di Aceh. Menghancurkan penduduk hingga enam negara yang tersapu gelombang laut turut menimbulkan korban jiwa dan kerugian material dalam jumlah besar, yaitu Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Malaysia, dan Maladewa, dilansir dari The Guardian, Jumat (26/12/2025).
Awal mula terjadinya bencana diakibatkan dari beberapa lempeng geologi besar saling bertabrakan dengan kekuatan yang sangat besar, sehingga memicu gelombang setinggi enam meter menghantam daerah pesisir di seluruh Samudra Hindia dan Laut Andaman. Banyak wisatawan dan penduduk setempat kehilangan tempat tinggal hingga anggota keluarga.
Advertisement
Dikutip dari laman BBC, Indonesia menjadi negara paling parah yang terkena dampak hingga 4.185 korban tewas yang dikonfirmasi saat itu. Gempa yang retak itu menghasilkan bencana tsunami terbesar yang pernah tercatat sejarah setidaknya 40 tahun terakhir.
Kesulitan komunikasi kepada keluarga di beberapa wilayah di Aceh terputus sekitar 12 jam, bahkan pemerintah kesulitan menanggapi banyaknya korban jiwa dan ratusan orang masih belum ditemukan. Setelah Aceh yang menjadi wilayah paling terdampak di Indonesia. Sri Lanka, sekitar 1.000 mil dari episentrum menjadi negara yang juga memiliki korban jiwa paling parah mencapai 4.500 orang tewas dan sekitar satu juta orang mengungsi.
Â
Â
Â
Negara Terdampak Tsunami Asia Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2712772/original/069947500_1548392411-india.jpg)
Selanjutnya, India, gelombang tsunami menewaskan 3.000 orang di negara bagian Tamil Nadu, Andhra Pradesh, dan Pondicherry. Di kepulauan Andaman dan Nicobar, setidaknya 300 orang tewas dan 700 hilang, menurut Press Trust of India.
Di Thailand, berbagai destinasi indah ini terendam tsunami yang setidaknya 289 orang tewas dan 3.675 luka-luka. Wisatawan pun banyak yang hilang, termasuk warga negara Inggris, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Afrika Selatan, Hong Kong, Denmark, Australia, Malaysia, Meksiko, Rusia, Swedia, dan Amerika Serikat.
Korban jiwa yang berada di Malaysia sebanyak 42 orang sedangkan di Bangladesh dua orang. Tetapi ribuan orang banyak yang hilang, terutama nelayan, petugas penyelamat yang menerjang banjir untuk mengevakuasi korban dan anak kecil yang mudah terbawa arus.
Kemudian, sekitar 42 orang dilaporkan meninggal di Maladewa, dengan infrastruktur di pulau-pulau terendam sehingga lebih banyak mengalami kerugian material karena populasi yang lebih sedikit.Â
Â
Advertisement
Duka Korban dan Bantuan Internasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4558536/original/018159500_1693468897-sophia-sideri-YgqW976-u3Q-unsplash.jpg)
Salah seorang wisatawan yang sedang berlibur di resor Tangalle, Sri Lanka, Philippe Gilbert, menceritakan bagaimana ia menyaksikan cucunya yang berusia empat tahun terseret gelombang.
"Saya benar-benar terseret oleh gelombang yang sangat besar menjulang di atas bungalow, saya (di sini) kehilangan cucu saya," ucapnya dalam sebuah wawancara telepon oleh stasiun televisi Prancis LCI.
Kisah tragis lainnya juga dialami di Andhra Pradesh, India, yang sedang merayakan ritual keagamaan Hindu saat bulan purnama. Sekitar 20.000 orang segera dievakuasi di empat distrik, sementara saksi mata melaporkan bahwa gelombang dahsyat banyak menyeret orang-orang dan tenggelam di dalam tsunami tersebut.
Bantuan darurat dan respon internasional dikeluarkan oleh Palang Merah Global. Presiden AS yang menjabat saat itu adalah George W. Bush, menawarkan bantuan penuh kepada negara-negara terdampak dan bekerja sama dengan Paus yang menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak akibat tsunami dahsyat.
Para pejabat lain juga memberikan pesan yang sama dan mengkonfimasi bahwa dukungan sedang diberikan, meski di tengah kesulitan jaringan komunikasi di daerah yang paling terdampak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3902511/original/090747100_1762352267-fn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3902264/original/024356000_1642047204-pexels-photo-753619.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475363/original/029679100_1782385775-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459914/original/018350300_1782359142-BMKG_Gempa_Jepang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8455681/original/009109900_1782353718-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3342296/original/095357800_1609984155-gempa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3506454/original/048190800_1625843212-ilustrasi-gempa-bumi-istock--2_ratio-16x9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8214274/original/070645800_1781073794-gempa_filipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8043092/original/042441400_1780885760-Screenshot_2026-06-08_092836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8061923/original/064592400_1780906056-Dampak_kerusakan_akibat_gempa_Sangihe.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8054087/original/081927000_1780897607-gempa-besar-picu-tsunami-di-indonesia-setinggi-apa-bce3c2.jpg)