Profesor Nuklir MIT Tewas Ditembak di Kediamannya, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Hingga kini, polisi belum menemukan tersangka kasus penembakan profesor Nuno.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Seorang profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT) ditemukan tewas setelah ditembak di rumahnya di Brookline, dekat Boston, Massachusetts.

Aparat penegak hukum menyatakan telah membuka penyelidikan pembunuhan terkait insiden tersebut, demikian dikutip dari laman AP News, Kamis (18/12/2025).

Korban diketahui bernama Nuno F.G. Loureiro (47) seorang fisikawan dan ilmuwan fusi. Ia ditembak pada Senin malam waktu setempat dan sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, menurut keterangan Kantor Kejaksaan Distrik Norfolk.

Hingga Selasa siang, pihak berwenang menyatakan belum ada tersangka yang ditahan dan proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat belum merilis motif maupun kronologi detail penembakan tersebut.

Loureiro bergabung dengan MIT pada 2016 dan pada tahun lalu ditunjuk sebagai direktur Pusat Sains Plasma dan Fusi MIT, salah satu laboratorium terbesar di kampus tersebut yang menaungi lebih dari 250 peneliti dan staf di tujuh gedung. Dalam perannya, ia memimpin riset pengembangan teknologi energi fusi dan energi bersih.

“Dia bersinar sebagai mentor, rekan, pengajar, sekaligus pemimpin, dan dikagumi karena pendekatannya yang cerdas serta penuh empati,” ujar Dennis Whyte, profesor teknik yang sebelumnya memimpin pusat tersebut, seperti dikutip dari publikasi kampus MIT.

Presiden MIT, Sally Kornbluth, menyebut kematian Loureiro sebagai “kehilangan yang mengejutkan” bagi komunitas akademik dan ilmiah.

Loureiro dibesarkan di Viseu, Portugal tengah. Ia menempuh pendidikan di Lisbon sebelum meraih gelar doktor di London. Sebelum pindah ke Amerika Serikat, ia merupakan peneliti di institut fusi nuklir di Lisbon. Loureiro diketahui telah menikah.

Penyelidikan pembunuhan di Brookline berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan bersenjata di kawasan New England. Namun, FBI menegaskan tidak ada indikasi keterkaitan antara kasus ini dengan penembakan terpisah di Universitas Brown, Rhode Island, yang menewaskan dua mahasiswa dan melukai sembilan orang pada akhir pekan lalu.

 

Keterangan Saksi Mata

Seorang mahasiswa Universitas Boston yang tinggal di dekat apartemen Loureiro mengatakan mendengar tiga suara keras pada Senin malam. “Saya belum pernah mendengar suara sekeras itu sebelumnya, dan saya langsung mengira itu tembakan,” ujarnya kepada The Boston Globe.

Pada Selasa sore, sejumlah mahasiswa dan kolega Loureiro mendatangi apartemennya di sebuah gedung bata tiga lantai untuk menyampaikan belasungkawa.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Portugal, John J. Arrigo, juga menyampaikan ucapan duka melalui unggahan daring, memuji kontribusi dan kepemimpinan Loureiro di bidang sains.

Saat ditunjuk memimpin Pusat Sains Plasma dan Fusi MIT tahun lalu, Loureiro pernah mengatakan bahwa energi fusi berpotensi mengubah masa depan umat manusia. “MIT adalah tempat untuk mencari solusi atas masalah terbesar manusia. Energi fusi akan mengubah arah sejarah,” ujarnya kala itu.