Liputan6.com, Canberra Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun berinisal TJ di Australia, meninggal akibat gigitan ular berbisa setelah sang ayah mengira gejala yang dialami putranya disebabkan oleh pengaruh alkohol yang diduga diminum anak tersebut sebelumnya.
Jenazahnya ditemukan oleh keluarga pada November 2021, sehari setelah ia mengaku telah digigit ular, dilansir wegotthiscovered.com, Senin (3/11/2025).
Peristiwa tragis ini terjadi pada tahun 2021, hasil penyelidikan penyebab kematian baru dirilis belum lama ini.
Advertisement
Laporan tersebut menyatakan bahwa korban kemungkinan besar bisa diselamatkan jika ia segera mendapatkan perawatan medis.
Hasil autopsi memastikan bahwa korban meninggal akibat pendarahan hebat yang disebabkan oleh bisa Australian brown snakes (ular cokelat Austarlia). Bisa ular ini adalah racun yang paling mematikan di dunia, setelah ular Inland Taipan yang juga berasal dari Australia.
Sang Ayah Sebernarnya Tahu Perihal Gigitan Ular
Dalam penyelidikan terungkap bahwa tiga orang dewasa, termasuk ayah korban, telah menerima informasi bahwa anaknya mungkin digigit ular setelah terjatuh dari mesin pemotong rumput berkendara. Mereka sempat memeriksa tubuh korban, tetapi tidak menemukan bekas gigitan.
Gejala yang dialami oleh korban sebenarnya cukup mengkhawatirkan. Namun, setelah mengetahui bahwa putranya sempat mengonsumsi alkohol sebelumnya, sang ayah menjadi yakin bahwa kondisi anaknya mabuk disebabkan oleh minuman tersebut. Keyakinan ini tanpa disadari justru menjadi keputusan yang menentukan akhir hidup anaknya.
Meskipun menunjukkan gejala serius, ayahnya tetap bersikeras bahwa penyebabnya adalah alkohol. Akibatnya, mereka memutuskan untuk tidak mencari pertolongan medis dan sang ayah menyuruh anaknya "tidur saja dan istirahat".
Korban dibaringkan di tempat tidur namun terus mengalami gejala parah, seperti sakit perut dan muntah-muntah, namun akhirnya meninggal. Hasil autopsi juga tidak menemukan tanda alkohol di tubuh korban, meskipun laporan medis menyebutkan bahwa alkohol kemungkinan sudah sepenuhnya terurai dari tubuhnya sebelum ia meninggal.
Â
Dakwaan Terhadap Ayah Korban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3948440/original/070501100_1646100181-timothy-dykes-gR_eBFetH38-unsplash.jpg)
Awalnya, sang ayah didakwa dengan tuduhan pembunuhan tidak disengaja dan diwajibkan untuk menjalani persidangan atas kematian anaknya. Namun, persidangan tidak dilakukan karena dakwaan tersebut dicabut pda April 2024.
Dokter gawat darurat, Dr. Mark Little, menyatakan bahwa gejala yang dialami korban memang mirip dengan gejala akibat konsumsi alkohol atau kemungkinan gegar otak ringan akibat jatuh dari mesin pemotong rumput.
Ia menjelaskan bahwa kesalahan persepsi dari para orang dewasa dalam kasus ini masih bisa dipahami. Mark juga menegaskan, jika korban segera mendapatkan pertolongan medis, besar kemungkinan ia masih bisa diselamatkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3872402/original/045194500_1760952906-WhatsApp_Image_2025-10-20_at_16.32.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4132502/original/016758000_1661224670-avinash-uppuluri-pAgXv4W1Iu0-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482703/original/032905200_1769240466-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723723/original/038352000_1705983003-gantunmg_diri.jpg)