Masjid di Inggris Jadi Sasaran Pembakaran, Polisi: Kejahatan Bermotif Kebencian

Saat peristiwa terjadi, terdapat dua orang di dalam masjid.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Sebuah masjid di Peacehaven, East Sussex, Inggris, menjadi target serangan pembakaran pada Sabtu (4/10/2025) malam. Sekitar pukul 21.50 waktu setempat, petugas pemadam kebakaran dikerahkan setelah api dilaporkan membakar bagian depan bangunan dan sebuah mobil yang terparkir di luar.

Tidak ada korban dalam insiden ini. Polisi menyatakan kasus ini sebagai kejahatan bermotif kebencian dan tengah menyelidikinya sebagai pembakaran dengan niat membahayakan nyawa. Pihak berwenang telah merilis gambar dua orang yang ingin mereka identifikasi, salah satunya mengenakan jaket hitam berlogo "Pre London" di bagian dada dan seorang lainnya memakai sarung tangan merah mencolok.

Detektif Inspektur Gavin Patch seperti dilansir BBC mengatakan, "Ini adalah serangan yang mengerikan dan tanpa rasa kemanusiaan, yang kami tahu telah membuat banyak orang merasa kurang aman."

Sejak kejadian itu, kehadiran polisi di sekitar lokasi ditingkatkan, termasuk tambahan patroli di tempat-tempat ibadah lain di wilayah tersebut guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Seorang relawan masjid yang enggan disebut namanya mengatakan kepada BBC bahwa dua orang mencoba masuk melalui pintu depan, namun gagal karena terkunci. Mereka kemudian menyiramkan cairan di sekitar pintu masuk dan mobil di luar sebelum membakarnya. Dua orang yang berada di dalam masjid berhasil melarikan diri.

"Itu bisa saja berujung pada pembunuhan," kata relawan tersebut.

Masyarakat Diminta Bersatu

Dalam pernyataannya, juru bicara masjid menyerukan agar masyarakat menolak perpecahan.

"Tindakan kebencian ini tidak mencerminkan komunitas kita," ujarnya. "Peacehaven selalu dikenal sebagai tempat yang penuh kebaikan dan saling menghormati."

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada layanan darurat atas respons cepat mereka serta kepada semua pihak yang menyampaikan dukungan dan solidaritas.

"Dukungan Anda menguatkan kami dan mengingatkan bahwa kasih sayang serta pengertian akan selalu mengalahkan kebencian dan perpecahan," tegasnya.

Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood menyebut serangan ini sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersatu.

"Kekuatan terbesar negara ini adalah kemampuannya membangun satu bangsa dari banyak komunitas," ujarnya di platform X. "Serangan terhadap umat muslim Inggris adalah serangan terhadap seluruh rakyat Inggris dan terhadap negara ini sendiri."

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah serangan di luar sinagoge di Manchester yang menewaskan dua orang Yahudi. Tersangka, Jihad Al-Shamie, warga negara Inggris keturunan Suriah berusia 35 tahun, ditembak mati di tempat kejadian.

Kutukan dan Solidaritas

Ketua Forum Muslim Brighton dan Hove Tariq Jung mengatakan bahwa masyarakat merasa sangat sedih dan terkejut atas peristiwa di Manchester dan Peacehaven. Dia menegaskan bahwa apa pun agamanya — Yahudi, Kristen, Hindu, atau Islam — tidak seharusnya ada seorang pun yang merasa takut akan disakiti karena keyakinannya.

"Saya berharap para pemimpin agama dan masyarakat dapat bersatu untuk membawa kedamaian," katanya kepada BBC Radio Sussex. "Kita harus saling mendukung di masa sulit seperti ini."

Kelompok Brighton and Hove Stand Up to Racism menilai insiden ini tidak terjadi begitu saja, melainkan sebagai akibat dari meningkatnya propaganda kelompok rasis dan fasis di wilayah pesisir South Sussex dalam beberapa pekan terakhir, termasuk penyebaran bendera, stiker, dan grafiti bernada kebencian.

Anggota Parlemen Partai Buruh untuk Brighton Kemptown dan Peacehaven Chris Ward mengutuk serangan terhadap masjid itu sebagai tindakan menjijikkan.

"Fakta bahwa tidak ada korban luka hanyalah karena keberuntungan," ungkap Ward. "Kekerasan dan kebencian semacam ini tidak memiliki tempat di komunitas kita yang damai dan toleran. Kami akan memberantasnya dan berdiri dalam solidaritas dengan semua yang terdampak."

Sementara itu, pemimpin Dewan Distrik Lewes Zoe Nicholson menyampaikan dukungan penuh kepada komunitas muslim di Peacehaven.

"Jangan ragukan, kami berdiri bahu-membahu dengan Anda," tegasnya.