Australia Setujui Vaksin Pertama di Dunia untuk Lindungi Koala dari Klamidia

Apa itu klamidia dan mengapa ini berbahaya bagi populasi koala?

Diterbitkan 11 September 2025, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Canberra - Australia resmi menyetujui penggunaan vaksin pertama di dunia yang dirancang untuk melindungi koala dari penyakit klamidia. Terobosan ini dinilai sebagai langkah penting untuk menyelamatkan populasi satwa ikonik yang semakin terancam punah.

Vaksin tersebut dikembangkan lebih dari 10 tahun oleh peneliti University of Sunshine Coast (UniSC), dikutip dari laman Antara News, Kamis (11/9/2025).

Persetujuan diberikan oleh Otoritas Pestisida dan Obat Hewan Australia (Pesticides and Veterinary Medicines Authority), yang menegaskan efektivitas vaksin dalam menekan penyebaran penyakit mematikan ini.

Klamidia pada koala bukan penyakit ringan. Penularannya terjadi melalui perkembangbiakan dan dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, kemandulan, kebutaan, hingga kematian. Dalam beberapa populasi, tingkat infeksi bahkan mencapai 70 persen.

Studi UniSC menemukan, vaksin tersebut mampu mengurangi risiko koala mengalami gejala klamidia selama masa reproduksi serta menurunkan angka kematian di alam liar hingga 65 persen.

"Vaksin dosis tunggal ini menjadi jawaban untuk memperlambat penyebaran klamidia yang sangat merusak, dan selama ini menjadi penyebab utama kematian koala di alam liar," kata Profesor Mikrobiologi UniSC, Peter Timms.

Ia menambahkan, vaksin ini tidak membutuhkan suntikan tambahan, sehingga praktis digunakan di lapangan.

 

Metode Pengobatan

Sebelumnya, antibiotik adalah satu-satunya pilihan untuk mengobati koala yang terinfeksi. Namun, metode ini memiliki banyak kelemahan.

Antibiotik dapat mengganggu sistem pencernaan koala sehingga mereka kesulitan mengonsumsi daun eukaliptus—satu-satunya sumber makanan mereka—yang bisa berujung pada kelaparan dan kematian. Lebih dari itu, antibiotik kerap gagal mencegah infeksi ulang.

Dengan adanya vaksin ini, rumah sakit satwa liar, klinik hewan, hingga tim konservasi di lapangan kini memiliki senjata baru untuk melindungi koala. Data klinis dari uji coba selama satu dekade menunjukkan vaksin ini aman sekaligus efektif.

Terobosan ini memberi harapan baru bagi masa depan koala di Australia, yang populasinya terus menurun akibat penyakit, hilangnya habitat, dan dampak perubahan iklim.