Studi: Larangan Ponsel Pintar di Sekolah di Belanda Tingkatkan Kualitas Belajar

Larangan Ponsel Pintar di Belanda dimulai pada awal 2024.

Diterbitkan 05 Juli 2025, 08:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Amsterdam - Larangan ponsel pintar di sekolah-sekolah Belanda telah meningkatkan lingkungan belajar meskipun sempat menuai protes. Demikian menurut sebuah studi yang ditugaskan oleh pemerintah Belanda.

Pedoman nasional yang diperkenalkan pada Januari 2024 merekomendasikan larangan ponsel pintar di ruang kelas dan hampir semua sekolah telah mematuhinya. Hampir dua pertiga sekolah menengah meminta para siswa untuk meninggalkan ponsel mereka di rumah atau menaruhnya di loker, sementara satu dari lima sekolah meminta ponsel dikumpulkan di awal pelajaran.

Para peneliti mewawancarai 317 kepala sekolah menengah, 313 sekolah dasar, serta menggelar 12 diskusi kelompok terfokus yang melibatkan guru, asisten pengajar, siswa, dan orang tua. Hasilnya, sekolah-sekolah menengah melaporkan bahwa 75 persen siswa menjadi lebih mudah berkonsentrasi, 59 persen merasakan peningkatan dalam lingkungan sosial, dan 28 persen menyatakan bahwa hasil belajar siswa turut membaik.

Dr Alexander Krepel, seorang peneliti di Kohnstamm Instituut, mengatakan bahwa interaksi antarsiswa mengalami peningkatan paling besar.

"Tidak mungkin lagi diam-diam memotret seseorang di ruang kelas lalu menyebarkannya di grup WhatsApp, jadi ada peningkatan dalam hal keamanan sosial," kata Krepel seperti dilansir The Guardian.

"Terutama saat istirahat antar pelajaran, dulu para siswa sibuk dengan ponsel mereka dan sekarang mereka terpaksa berbicara satu sama lain … Mungkin mereka juga jadi sedikit lebih sering bertengkar, namun sekolah, guru, dan siswa cukup senang karena suasananya terasa lebih baik."

Menjaga Kedisiplinan

Ketakutan awal terkait pelarangan tersebut ternyata tidak terbukti, menurut Freya Sixma, juru bicara dewan pendidikan menengah VO-raad yang mewakili sekolah dan dewan pengurus.

"Awalnya cukup banyak protes dari sekolah, guru, siswa, orang tua, pertanyaan soal bagaimana semua ini akan berjalan," ujarnya. "Namun, sekarang Anda bisa lihat bahwa sebenarnya semua orang cukup senang."

Studi menunjukkan pula bahwa di sekolah-sekolah luar biasa, di mana pengecualian dapat diberikan untuk perangkat bantu belajar, sekitar separuh melaporkan bahwa larangan tersebut berdampak positif atau sangat positif. Di sekolah dasar, ponsel pintar sebelumnya tidak terlalu berpengaruh sebelum adanya larangan, namun seperempat sekolah menyambut positif kebijakan tersebut.

Marielle Paul, menteri pendidikan dasar dan menengah, mengatakan bahwa pedoman nasional membantu menjaga kedisiplinan di kelas.

"Para guru dan kepala sekolah menyampaikan bahwa jika seorang guru melarang ponsel di kelasnya secara individu, hal itu hampir selalu memicu perdebatan," terang Paul. "Guru-guru yang masih kurang berpengalaman pun kerap kesulitan menegakkan larangan semacam itu."

Badan Statistik Belanda melaporkan bahwa 96 persen anak-anak mengakses internet hampir setiap hari, sebagian besar melalui ponsel mereka. Bulan lalu, pemerintah sementara menyarankan agar orang tua melarang media sosial bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun dan membatasi waktu layar, sementara seorang anggota parlemen mengusulkan larangan total ponsel pintar di sekolah.