Laporan IPC: 1,95 Juta Warga Gaza Berisiko Alami Kelaparan Akut

IPC merupakan sebuah sistem di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat ketidakamanan pangan akut dunia.

Diperbarui 15 Mei 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gaza - Laporan terbaru dari Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) menemukan bahwa 1,95 juta orang atau 93 persen dari populasi Gaza berisiko mengalami kelaparan akut.

IPC merupakan sebuah sistem di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat ketidakamanan pangan akut dunia.

IPC juga melaporkan bahwa telah terjadi "kemunduran besar" di Gaza sejak Oktober 2024 dalam urusan akses bantuan dan makanan, lantaran blokade Israel terhadap bantuan kemanusiaan, dikutip dari BBC, Kamis (15/5/2025).

Dalam laporannya juga disebutkan bahwa 244.000 orang saat ini sudah mengalami kalaparan akut dan menyerukan tindakan segera untuk mencegah risiko kelaparan yang semakin mungkin terjadi.

Israel memperbarui operasi militernya di Gaza pada pertengahan Maret 2025 dan telah mencegah masuknya makanan, obat-obatan, dan bantuan lainnya memasuki Gaza selama 70 hari.

Ada kecaman internasional atas blokade tersebut, termasuk dari PBB yang mengatakan bahwa mereka memiliki persediaan di perlintasan perbatasan Gaza, yang siap untuk masuk jika Israel mengizinkannya.

Penilaian IPC juga menemukan setengah juta orang -- atau satu dari lima orang -- menghadapi kelaparan di Gaza. Dikatakan bahwa hampir 71.000 anak di bawah usia lima tahun diperkirakan akan mengalami kekurangan gizi akut selama 11 bulan ke depan hingga April 2026.

Ditambahkan: "Banyak rumah tangga yang melakukan tindakan ekstrem untuk mencari makanan, termasuk mengemis, dan mengumpulkan sampah untuk dijual guna membeli sesuatu untuk dimakan."

IPC - sebuah inisiatif global oleh badan-badan PBB, kelompok-kelompok bantuan, dan pemerintah - adalah mekanisme utama yang digunakan komunitas internasional untuk menyimpulkan apakah kelaparan sedang terjadi.

Pejabat Israel telah membantah adanya krisis kelaparan di Gaza karena jumlah bantuan yang masuk selama gencatan senjata.