Gara-gara Santap Makan Siang Gratis 100 Anak di India Sakit, Tercemar Bangkai Ular?

Juru masak menyajikan makanan tersebut kepada anak-anak setelah mengeluarkan seekor ular mati dari dalamnya," kata National Human Rights Commission (NHRC).

Diterbitkan 02 Mei 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bihar - Lebih dari 100 anak dilaporkan sakit setelah menyantap makan siang gratis yang disediakan pihak sekolah.

Badan hak asasi manusia India mengatakan pada hari Kamis (2/5/2025), seperti dikutip dari AFP, mereka sedang menyelidiki laporan lebih dari 100 anak sakit usai makan siang sekolah yang disajikan setelah seekor ular mati ditemukan di dalam makanan tersebut.

"Dilaporkan, juru masak menyajikan makanan tersebut kepada anak-anak setelah mengeluarkan seekor ular mati dari dalamnya," kata National Human Rights Commission (NHRC) atau Komisi Hak Asasi Manusia Nasional dalam sebuah pernyataan.

Makanan tersebut disajikan minggu lalu di sebuah sekolah yang dikelola pemerintah di Kota Mokama di Bihar, salah satu negara bagian termiskin di India, kata NHRC.

Komisi tersebut menuntut pejabat pemerintah daerah dan polisi untuk menyelidiki laporan media bahwa "lebih dari 100 anak jatuh sakit" setelah menyantap makan siang di sekolah tersebut.

Insiden tersebut memicu demonstrasi marah dari keluarga anak-anak tersebut.

"Berita tentang anak-anak yang jatuh sakit, karena mengonsumsi makan siang tersebut, menyebabkan pemblokiran jalan oleh penduduk desa yang berunjuk rasa," kata komisi tersebut.

Makan siang gratis ditawarkan kepada jutaan anak di sekolah-sekolah pemerintah di seluruh India, yang dipandang oleh pihak berwenang sebagai cara untuk mendorong anak-anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Komisi tersebut mengatakan bahwa mereka menuntut "laporan terperinci" dari pejabat senior negara bagian dan polisi, yang mencakup "status kesehatan anak-anak."

Dikatakan bahwa laporan tersebut, jika dikonfirmasi, menimbulkan "masalah serius pelanggaran hak asasi manusia para siswa," pernyataan tersebut menambahkan.

Kasus serupa pernah dilaporkan pada tahun 2013, saat 23 anak sekolah meninggal setelah disajikan makanan yang dicampur dengan pestisida di Distrik Saran, Bihar. Bencana tersebut mendorong pemerintah untuk meningkatkan keamanan pangan di sekolah.