Al-Qaeda Mengancam, AS Meningkatkan Keamanan

Tangan kanan Osama, Ayman Al-Zawahri melalui jaringan televisi Al-Jazeera memerintahkan pengikutnya menyerang AS dan beberapa negara Barat lain. Jarak terbang pesawat pribadi di Amerika akan dibatasi.

Diterbitkan 22 Mei 2003, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Washington D.C.: Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan pengamanan di sejumlah kota sejak Rabu (21/5). Tingkat siaga dinaikkan dari siaga kuning yang berarti risiko meningkat terhadap serangan, ke siaga oranye yang berarti risiko tinggi terhadap serangan. Serangkaian antisipasi keamanan diterapkan kepolisian AS, antara lain di New York, Washington D.C., dan Boston. Langkah itu dilakukan menyusul seruan Ayman Al-Zawahri, tangan kanan pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden melalui jaringan televisi Al-Jazeera Rabu kemarin. Dalam tayangan televisi Qatar itu, Al-Zawahri memerintahkan pengikutnya meniru serangan Tragedi World Trade Center, bahkan kalau bisa lebih dahsyat dari itu. Tak hanya kepada fasilitas AS, teror juga ditujukan ke kedutaan-kedutaan Inggris, Australia, dan Norwegia.

Antisipasi keamanan juga dilakukan dengan menerjunkan anjing pelacak untuk memeriksa lokasi-lokasi yang kemungkinan dijadikan sasaran teror. Di New York, pengawasan dipusatkan di sejumlah jembatan dan stasiun kereta bawah tanah. Sedangkan di Washington, meriam antipesawat udara disiagakan melindungi monumen-monumen. Badan Penerbangan Federal AS juga berencana memberlakukan larangan terbang di atas stadion-stadion dan membatasi jarak terbang pesawat pribadi minimal dalam radius 17 mil dari Monumen Washington.

Untuk mencegah kemungkinan serangan Al-Qaeda, pemerintah Inggris juga menunda semua penerbangan sipil dengan rute Inggris ke Kenya, Afrika bagian selatan, dan sebaliknya sejak Mei ini [baca: Antisipasi Serangan Teroris, Penerbangan Inggris-Kenya Ditunda]. Kebijakan tersebut diputuskan di London, Inggris, hingga batas waktu yang belum ditentukan menyusul laporan intelijen Inggris yang memperkirakan bahwa anggota Al-Qaeda, Fazul Abdullah Mohammed tengah berada di Kenya.(MTA/Idr)