Sukses

Kota Kecil di Jepang Ini Terkenal dengan Ratusan Penampakan UFO, Dijadikan 'Rumah Alien'

Jepang memiliki 'desa UFO' kecil di Distrik Date Fukushima, wilayah yang bangkit dari abu tsunami dahsyat dan krisis nuklir 12 tahun lalu.

Liputan6.com, Fukushima - Teori keberadaan mahkluk luar angkasa atau 'alien' sudah banyak tercatat di internet dengan seringnya penampakan yang terjadi.

Salah satu tempat dengan banyak laporan penampakan alien berada di Jepang.

Tepatnya di Iino-machi, Distrik Date Fukushima, yang mendapatkan ratusan laporan setiap tahun dari orang-orang percaya meyakini bahwa itu adalah magnet untuk mengunjungi makhluk luar angkasa.

Desa ini cocok bagi penggemar barang luar angkasa atau alien, lengkap dengan musem dan titik lokasi di mana biasanya ada penampakan.

Melansir dari media Mirror, Senin (8/5/2023) kota kecil itu disebut sebagai 'rumah alien' oleh penduduk setempat, diklaim sebagai titik panas dunia untuk penampakan UFO.

Hanya ada 5.000 orang yang tinggal di kota itu.

Banyak dari mereka percaya bahwa kurangnya lampu di kota merupakan daya tarik besar bagi para alien, dan mereka tampaknya ramah untuk menyambut pengunjung.

Setiap tahunnya, kota ini menarik semakin banyak pengunjung. Mereka yang melakukan perjalanan ke kota ini berharap untuk melihat sekilas penampakan dengan sedikit bantuan.

Fitur Kota

Di sana ada patung alien dan bahkan laboratorium studi UFO yang memamerkan 'pecahan dari pesawat ruang angkasa yang jatuh'.

Kota ini bahkan memiliki menara pandang untuk mengamati langit. Serta laboratoriumnya yang mengklaim telah menyelidiki sekitar 452 penampakan di area tersebut untuk tahun lalu saja.

Kota itu bahkan memiliki museum yang berisi dokumen dan penelitian rahasia CIA.

Tercatat bahwa sebagian besar penampakan alien datang di dekat gunung Senganmori tahun 2022 lalu, menarik semakin banyak pengunjung untuk melakukan perjalanan pencarian sendiri.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Pembangunan Desa

Penampakan pertama tercatat pada tahun 1970 dan sejak itu semakin banyak orang yang datang.

Menurut direktur museum, daerah Fukushima telah dilanda kejadian aneh selama berabad-abad. Toshio Kanno berkata bahwa kejadian aneh sempat dikaitkan dengan roh dan sihir, tapi sekarang sudah tidak lagi.

"Gunung Senganmori telah dikelilingi oleh mitos dan legenda sejak zaman kuno, karena medan magnetnya yang kuat," kata Kanno. 

"Pada tahun 1992, proyek pembangunan daerah pemerintah nasional mengarah pada pembangunan UFO Fureai Kan, dan pembangunan kota bertema UFO dimulai," tambahnya.

Ini bisa jadi hanya permulaan. 

"Sebagai bagian dari upaya kami untuk mengubah kota menjadi 'desa UFO', berkonsentrasi pada pengembangan berbagai produk terkait UFO, termasuk cinderamata dan makanan gourmet," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Asal Muasal Desa UFO

Bencana nuklir Fukushima yang terjadi 12 tahun lalu membuat kawasan itu bertekuk lutut, dan menyebabkan kerusakan senilai 168 miliar poundsterling (sekitar 3 triliun rupiah).

Kehancuran masih terasa hingga saat ini karena area tersebut masih perlahan pulih.

Awal bencana dipicu oleh gempa berkekuatan 9,0 melanda pantai Jepang pada tahun 2011, menciptakan gelombang tsunami.

Getaran diperkirakan sekitar 1.000 kali lebih kuat dari ukuran rekaman pada gempa bumi baru-baru ini di Suriah dan Turki.

Gemuruh yang begitu kuat berlangsung selama lima menit atau lebih. Menyebabkan sebagian besar bangunan batu runtuh ke tanah, meruntuhkan jembatan, dan bahkan dapat melemparkan benda sebesar mobil ke udara.

4 dari 4 halaman

Pembangkit Nuklir

Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa tersebut akhirnya menghancurkan pembangkit nuklir di pantai prefektur Fukushima dan mengubah seluruh lingkungan menjadi puing-puing.

Namun, bangunan paling berbahaya yang terkena dampak bencana adalah pembangkit nuklir di Daichi.

Gelombang tsunami itu mengalir ke sistem pendingin, menyebabkan kehancuran yang melepaskan bahan radioaktif mematikan ke lingkungan sekitarnya.

Tingkat radiasi sangat tinggi sehingga pemerintah segera menerapkan zona eksklusi, memaksa 150.000 penduduk setempat mengungsi dari rumah mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.