Sukses

Istri di Bolivia Siram Alat Kelamin Suami dengan Air Panas Usai Ketahuan Mimpi Wanita Lain

Liputan6.com, La Paz - Seorang wanita Bolivia baru-baru ini ditangkap karena menyiramkan air panas ke alat kelamin suaminya yang sedang tidur karena dia diduga memimpikan wanita lain.

Insiden mengejutkan itu terjadi pekan lalu di kota La Paz, Bolivia, demikian dikutip dari laman Oddity Central, Selasa (5/7/2022).

Menurut kesaksian istri yang dicemooh, suaminya yang berusia 45 tahun sedang tidur dan diduga menyatakan cintanya kepada wanita lain dalam tidurnya.

Marah, wanita itu pergi ke dapur, membawa sepanci air panas dan kemudian melemparkannya ke area genitalnya.

Menurut sumber polisi, pria itu dirawat di rumah sakit dengan luka bakar tingkat dua di kemaluannya serta di lengan dan punggungnya.

Tidak jelas apakah korban memberi tahu polisi atau apakah tangisan kesakitannya membuat tetangganya sadar, tetapi pihak berwenang setempat telah memulai penyelidikan dalam kasus ini.

Juan José Donaire, wakil direktur Pasukan Pemberantasan Kejahatan Khusus di La Paz, Bolivia, mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya pria berusia 45 tahun itu mengalami pelecehan dari istrinya.

Dalam kemarahan sebelumnya, wanita itu dilaporkan menyiramnya dengan alkohol dan mencoba membakarnya.

Tidak jelas apa yang suami lakukan untuk membuat wanita itu kesal pertama kali, tetapi saya pikir aman untuk mengatakan bahwa dia bereaksi berlebihan kali ini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Penumpang Siram Air Panas ke Pramugari

Insiden mengejutkan terjadi di dalam pesawat maskapai AirAsia yang terbang dari Bandara Dong Mueang, Bangkok, Thailand menuju Nanjing, China pada Desember 2014. Seorang penumpang menyiram air panas ke pramugari.

Seperti dimuat Straits Times, awalnya penerbangan pesawat AirAsia Thailand dengan nomor FD9101 pada Kamis 11 Desember pukul 05.55 waktu setempat itu berjalan lancar. Tapi tak lama kemudian, seorang penumpang wanita kesal karena tak duduk berdekatan dengan pasangannya.

Perempuan tersebut kemudian melampiaskan kekesalannya dengan menyiram air panas ke arah pramugari. Air panas itu sebelumnya diminta si pelaku kepada awak kabin untuk meredam mi instan.

Suasana saat itu langsung kacau balau. Atas kejadian tersebut, pilot pesawat terpaksa memutar balik pesawat dan membawa kapal terbang kembali ke Bandara Dong Mueang.

Dalam keterangannya, pejabat maskapai AirAsia menjelaskan pihaknya sudah mengizinkan mereka duduk bersebelahan setelah penumpang lain bersedia pindah. Namun rupanya pasangan itu masih mempersoalkannya hingga berujung penyiraman air panas.

"Selama penerbangan, penumpang itu merasa tak puas dengan pelayanan," demikian pernyataan pejabat AirAsia, seperti dimuat International Business Times.

Dalam laporan China National Radio di internet, seorang pria lain melontarkan ancaman bom ke pesawat. Sedangkan si wanita pelaku penyiraman mengancam akan bunuh diri.

Setibanya di bandara keberangkatan, si pelaku bersama tiga orang lainnya yang diduga turut terlibat insiden di pesawat AirAsia ditangkap polisi. Mereka dikenai denda atas perbuatannya.

3 dari 4 halaman

Pria di Padang Siram Bidan dengan Air Panas Gara-Gara Soal Sepele

Insiden penyiraman air panas juga pernah terjadi di Indonesia. Kepolisian Sektor Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menahan pelaku penyiraman air panas terhadap seorang bidan di Jalan Baringin, Kecamatan Koto Tangah, kota setempat.

Penyiraman air panas itu dilakukan oleh pelaku Taufik (51) pada Selasa (7/12/2021) malam karena tidak terima ditegur oleh korban saat tengah karaoke pada malam hari.

"Pelaku ditangkap pada Rabu (8/12) malam di kediamannya, kini pelaku telah kami tahan dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan," kata Kepala Kepolisian Sektor Tangah AKP Afrino, di Padang, Kamis, dikutip Antara.

Penangkapan dilakukan polisi berdasarkan laporan dari korban dengan Nomor :LP/86/B/XI/2021/SPKT/Polsek Koto Tangah/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat.

Ketika menjalani pemeriksaan, tersangka yang diketahui adalah adik ipar dari korban mengakui semua perbuatannya.

Akibat penyiraman air panas itu kulit korban yang bernama Sri Wahyuni (41) melepuh dari bahu hingga ke tangan, dan bahu sebelah kiri mengalami sakit.

Penyiraman air panas itu dilakukan oleh tersangka karena tidak terima ditegur oleh korban ketika sedang berkaraoke pada malam hari di kedainya.

Korban yang berprofesi sebagai bidan menegur karena volume musiknya begitu kencang hingga menimbulkan bising di sekitar lokasi, termasuk di kliniknya yang baru saja membantu persalinan.

4 dari 4 halaman

Pernah Diperingatkan Ketua RT

"Waktu itu ada bayi yang lahir siang hari, maka isteri saya mengingatkan kepada pemilik warung agar jangan menggelar karaoke," kata suami korban David (34) saat membuat laporan Rabu.

Bahkan, peringatan itu juga telah disampaikan ke RT setempat namun tidak digubris oleh pelaku. Karaoke-an tetap berlangsung pada malam hari.

Tidak hanya mengganggu kenyamanan di sekitar lokasi, volume musik yang kencang juga mengakibatkan bayi yang baru lahir di klinik korban terus menangis dan orang tuanya risih.

Korban akhirnya kembali mengingatkan pelaku agar memelankan volume musik di warungnya, namun tetap tidak diindahkan.

"Istri saya kembali menemui pemilik warung untuk menegur, saat itu karena suara musik cukup keras maka isteri saya sedikit mendorong speaker hingga miring," jelasnya.

Tersangka yang tidak terima ditegur oleh korban langsung menyiram korban dengan air panas.

Pada bagian lain, Afrino mengingatkan agar masyarakat sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum di tempat tinggal masing-masing.