Sukses

Sri Mulyani Bahas Fenomena Pinjol dan Fintek di G20

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membahas usaha kecil, fintek, hingga pinjol dalam seminar G20 tentang transformasi digital. Ia menyebut besarnya peran usaha kecil serta perempuan untuk memperkuat ekonomi, serta peran sektor finansial digital dalam membantu hal itu.

Sri Mulyani menyorot bagaimana usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki peran yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni menyumbang lebih dari 60 persen GDP. Namun, mereka tetap kesulitan mengakses dana.

"Meski mereka memainkan peran yang kritis, pertumbuhan UMKM masih mengadapi banyak tantangan, termasuk yang terpenting adalah akses keuangan," Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara International Seminar on Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth, Rabu (11/5/2022). 

Di Indonesia, baru 18 total kredit bank yang disalurkan ke usaha-usaha kecil, sementara Sri Mulyani menyebut rata-rata dunia adalah 30 hingga 80 persen. 

Sri Mulyani mengutip laporan McKinsey bahwa jika para perempuan di dunia bisa mencapai kesetaraan dalam akses finansial, maka aktivitas ekonomi yang muncul bisa setara US$ 28 triliun. Namun, masalah kembali muncul di bidang akses keuangan. 

Digitalisasi keuangan dan fintek lantas dinilai sebagai cara agar membantu hal tersebut, terutama bagi para pebisnis wanita dan pemuda. 

"Ketika semua orang punya akses dan dapat berpartisipasi di ekonomi, itu tentunya bisa membawa pertumbuhan inklusif global yang berkelanjutan dan berkualitas lebih baik," ujar Sri Mulyani dalam forum G20 tersebut. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Literasi Finansial

Tak lupa, Menkeu Sri Mulyani menyorot pentingnya edukasi dalam keuangan. Literasi keuangan ini penting agar perempuan bisa memberdayakan digitalisasi finansial dengan optimal. 

Hal ini terutama juga penting bagi wanita yang berasal dari latar belakang digital yang kurang, termasuk di sektor informal. 

Sri Mulyani percaya bahwa dengan literasi keuangan yang baik maka para wanita bisa mengurus keuangan dan bisnis dengan lebih baik dan meraup keuntungan yang maksimal. Masih terkait literasi keuangan, ada juga masalah pinjol yang disorot Sri Mulyani. Ia menyorot bagaimana orang pinjam duit di pinjol tanpa paham risikonya. 

"Mereka menjadi masalah bagi banyak orang yang meminjam uang dengan berlebihan dan tingkat bunga yang tinggi di Indonesia. Kami menyebutnya pinjol," ujar Sri Mulyani. "Kemudian orang-orang meminjam uang tidak mampu membayarnya lagi." 

Oleh karenanya, Sri Mulyani mendukung para pembuat kebijakan untuk membuat aturan agar bidang keuangan digital tidak merugikan orang lain, termasuk dalam perlindungan data. Namun, Sri Mulyani mengakui bahwa hal itu tidaklah mudah sebab ada banyak sekali pengguna akses keuangan digital terus bertambah, terutama di kota-kota.

"Itulah mengapa bagi pembuat kebijakan dan juga regulator kita harus mematikan perubahan ini aman dan menyediakan keuntungan lewat inklusi. Tetapi pada yang sama juga melindungi privasi masyarakat dan terutama melindungi yang rentan dari praktik abusif di teknologi ini," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Sri Mulyani Minta Anak Buah Kawal Pemulihan Ekonomi

Sebelumnya dilaporkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajaran Kementerian Keuangan untuk mengawal pemulihan ekonomi nasional. Ada berbagai macam tantangan yang bisa datang kapan saja dan menunggu momentum pemulihan ekonomi.

"Tugas kita masih sangat menantang hari ini dan ke depan. Mengawal pemulihan ekonomi yang tidak selalu mudah dan mulus," kata Sri Mulyani dalam Acara Silaturahmi Daring Idulftri 1443 Hijriah, Jakarta, Rabu (11/5).

Pekerjaan rumah yang telah menanti yakni mengembalikan lagi kesejahteraan masyarakat. Sehingga kualitas hidup terus membaik yang dampaknya akan memperbaiki perekonomian Indonesia.

"Sehingga kita mampu untuk bertahan karena dunia ini sekarang sedang mengalami guncangan krisis yang tidak mudah,” ungkap dia.

Untuk itu, Sri Mulyani berharap seluruh pegawai Kemenkeu berkontribusi menghadapi tantangan global yang berimbas pada makroekonomi, serta memengaruhi keuangan dan ekonomi negara.

Selain itu, momen Idulfitri dapat dijaga untuk menciptakan suasana Kemenkeu yang positif dan lebih baik.

“Tugas kita bersama mengawal pemulihan ekonomi. Pandemi harus kita kawal sampai betul-betul kembali normal dari pandemi, endemi, dan normal,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Sempat Kena COVID-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa dirinya tertular Covid-19. Hal ini diungkapkannya dalam instagram resmi miliknya @smindrawati.

Dua minggu lalu, Sri Mulyani mengaku tertular Covid-19 selama melakukan kunjungan di Amerika Serikat. Di sana, Sri Mulyani harus menghadiri 47 pertemuan. 

"Dua minggu lalu, di bagian akhir kunjungan kerja saya di Amerika Serikat, setelah melakukan 47 acara pertemun fisik yang begitu padat - sering dilalukan tanpa masker (sesuai aturan di Amerika Serikat). Juga ditengah cuaca musim semi yang relatif masih dingin dan hujan serta dalam kondisi puasa, saya akhirnya tertular Covid-19," tulis Sri Mulyani, Senin (9/5).

Meski demikian, Dia mengaku bersyukur sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap, bahkan sudah mendapatkan booster. Dampaknya, Sri Mulyani hanya merasakan gejala ringan, seperti batuk, pilek dan sakit kepala.

Atas kejadian ini, menurut aturan di Amerika Serikat, Menkeu harus isolasi mandiri di New York. Selama isolasi mandiri di hotel, Sri Mulyani menceritakan kegiatannya, dimana setiap pagi berjemur di jendela dan ditemani buku berjudul “RAFA - My Story” tentang petenis juara dunia Rafael Nadal.

"Saya mengagumi etos dan sikap disiplin sangat tinggi, humility dan dukungan keluarga yang sungguh luar biasa yang ditulis dalam kisah perjuangan Rafael Nadal - untuk mencapai juara rangking pertama dunia dan memenangkan grand slam yang sungguh luar biasa," ucapnya.

"Cerita RAFA sungguh sangat inspiratif dan menambah perspektif hidup bagaimana mental juara digembleng dan bagaimana peran keluarga sangat penting dalam membentuknya menjadi manusia yang baik, rendah hati dan ulet. Buku “RAFA” menjadi teman yang menambah semangat saya untuk pulih kembali," tambah dia.