Sukses

11 Mei 1812: Perdana Menteri Inggris Spencer Perceval Tewas Ditembak

Liputan6.com, Jakarta - Di London, Spencer Perceval, perdana menteri Inggris sejak 1809, ditembak mati oleh pengusaha John Bellingham di lobi House of Commons. Bellingham, yang marah karena kegagalannya memperoleh kompensasi pemerintah atas utang perang yang timbul di Rusia, segera menyerahkan diri.

Spencer Perceval memiliki praktik hukum yang menguntungkan sebelum memasuki House of Commons sebagai Tory pada tahun 1796. Rajin dan terorganisir, ia berturut-turut memegang jabatan kabinet senior jaksa agung dan jaksa agung mulai tahun 1801. Demikian seperti dikutip dari laman History, Selasa (10/5/2022). 

Pada tahun 1807, ia menjadi kanselir bendahara, jabatan yang terus dipegangnya setelah menjadi perdana menteri pada tahun 1809.

Sebagai perdana menteri, Perceval menghadapi krisis keuangan di Inggris yang disebabkan oleh keterlibatan negara itu dalam Perang Napoleon yang mahal.

Dia juga membuat musuh politik melalui penentangannya terhadap perwalian Pangeran Wales, yang kemudian menjadi Raja George IV. Namun demikian, situasi umum membaik ketika dia dibunuh pada 11 Mei 1812.

Pembunuhnya, meskipun dianggap gila, dieksekusi satu minggu kemudian.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Raja Arab Saudi Juga Ditembak Mati

Raja Faisal dari Arab Saudi meninggal tepat hari ini di tahun 1975 setelah serangan di Riyadh meskipun ada upaya dokter untuk menyelamatkannya.

Raja Faisal dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi masih hidup dan dokter sempat berupaya keras untuk menyelamatkannya.

Dokter juga sempat memberikannya transfusi darah tetapi mereka tidak dapat menyelamatkan Raja Faisal.

Raja Faisal terluka parah ketika keponakannya Pangeran Faisal Ibu Musaed diduga menembakkan tiga peluru ke arahnya dengan pistol dari jarak dekat selama audiensi kerajaan.

Menurut saksi mata, Pangeran Musaed sedang menunggu di ruang depan dan berbicara dengan delegasi Kuwait yang sedang menunggu untuk bertemu dengan raja.

Raja Faisal sempat membungkuk untuk mencium keponakannya tersebut, tetapi Pangeran Musaed dilaporkan mengeluarkan pistol dan menembaknya di bawah dagu dan kemudian melalui telinga.

Salah satu pengawal raja memukul pangeran dengan pedangnya, meskipun pedang itu masih tersarung.

Menteri Perminyakan Sheikh Yamani dilaporkan telah berteriak kepada penjaga untuk tidak membunuh sang pangeran.