Sukses

Kasus COVID-19 Meningkat, China Minta Anak Sekolah Ikut Program Vaksinasi

Liputan6.com, Beijing - Pihak berwenang China menargetkan murid-murid sekolah untuk ambil bagian dari kampanye vaksinasi terbaru mereka.

Hal ini dilakukan lantaran China mengalami lonjakan COVID-19 terbesar dalam beberapa bulan, demikian dikutip dari laman BBC, Rabu (4/8/2021).

Pemerintah melaporkan 71 kasus domestik baru pada Rabu (4/8) jumlah harian tertinggi sejak Januari 2021.

Kampanye vaksinasi untuk anak di bawah umur berusia 12 hingga 17 tahun sedang diperluas untuk mencoba dan memerangi penyebaran varian delta yang sangat menular.

Kasus-kasus terbaru kini telah menyebar ke setidaknya 16 provinsi dan kota.

Tidak jelas berapa banyak warga di China yang divaksinasi penuh, meskipun pihak berwenang mengatakan lebih dari 1,6 miliar dosis telah diberikan sejauh ini.

Kementerian Pendidikan China telah meminta pihak berwenang setempat untuk menerapkan program yang menargetkan vaksinasi siswa sekolah.

Beberapa provinsi sudah memberikan suntikan kepada siswa sekolah, tetapi tekanannya adalah untuk mencapai target pemerintah agar 80 hingga 85 persen dari seluruh penduduk divaksinasi pada akhir tahun.

Namun, media lokal menunjukkan keraguan apakah tindakan pencegahan saat ini untuk memerangi virus masih berfungsi.

Para ahli yang dikutip mengatakan, wabah itu terkendali tetapi lebih banyak upaya diperlukan untuk "menutupi celah" dalam mengendalikan virus, di samping vaksinasi dan menjaga jarak sosial.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kasus Terbaru di Nanjiang

Wabah terbaru dimulai di Nanjiang di provinsi Jiangsu timur, China sebelum menyebar ke tujuan wisata Zhangjiajie di provinsi Hunan tengah.

Dari sana, turis membawa virus ke setidaknya selusin kota, termasuk pusat kota besar seperti Beijing dan Chongqing.

Kota Yangzhou, yang juga berada di Jiangsu dan memiliki populasi lebih dari 4,5 juta orang, telah dibatasi setelah 40 kasus terdeteksi.

Diperkirakan seorang wanita berusia 64 tahun, yang melakukan perjalanan dari Nanjiang ke Yangzhou dan mengunjungi lokasi populer untuk bermain kartu, bertanggung jawab atas lonjakan di kota tersebut.

Dia sekarang sedang diselidiki oleh polisi karena menyembunyikan rencana perjalanannya dari pihak berwenang.

Pihak berwenang di Wuhan juga telah mulai menguji seluruh populasi yang berjumlah 11 juta orang setelah beberapa kasus terdeteksi.

Kota ini menjadi sorotan setelah virus corona pertama kali muncul di sana pada 2019.