Sukses

Otoritas China Telah Suntikkan 1 Miliar Dosis Vaksin COVID-19 ke Warganya

Liputan6.com, Beijing - China telah memberikan lebih dari 1 miliar dosis vaksin COVID-19 kepada warganya. Upaya vaksinasi negara itu dimulai perlahan setelah pihak berwenang berhasil menekan kasus virus.

Dikutip dari laman BBC, Senin (21/6/2021), tetapi ada kekhawatiran atas 'pecahnya' varian Delta telah membuat pukulan terbaru bagi masyarakat China. Pihak berwenang China punya target untuk memvaksinasi 40 persen dari 1,4 miliar penduduk negara itu pada Juli 2021.

Orang-orang di China ditawari vaksin buatan dalam negeri, termasuk vaksin Sinopharm dan Sinovac. Keduanya membutuhkan dua dosis. Setelah penguncian dan pengujian massal mencegah penyebaran virus, banyak orang China merasa tidak perlu divaksinasi.

Skandal vaksin sebelumnya juga membuat beberapa orang waspada. Namun kecepatan vaksinasi telah meningkat pesat dan Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan hanya butuh lima hari untuk memberikan 100 juta dosis terbaru.

Wabah varian Delta di provinsi selatan Guangdong juga telah meyakinkan beberapa orang China untuk divaksinasi.

Para dokter di selatan kota Guangzhou mengatakan kepada New York Times bahwa gejala dari varian baru itu tampak berbeda dan lebih berbahaya daripada yang terkait dengan bentuk awal virus yang mulai menyebar di kota Wuhan pada akhir 2019.

Surat kabar itu mengutip seorang penduduk Shenzhen yang mengatakan bahwa dia tidak ingin divaksinasi karena kemungkinan efek samping tetapi sekarang berubah pikiran.

Daerah lain telah menawarkan berbagai insentif sederhana. Provinsi tengah Anhui telah menawarkan telur gratis kepada orang-orang, sementara beberapa di Beijing telah menerima voucher belanja.

2 dari 3 halaman

Target Otoritas China

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan pihaknya bertujuan untuk memvaksinasi 70 persen populasi pada akhir tahun.

Tiga vaksin China telah disahkan untuk penggunaan darurat di dalam negeri. Dua vaksin - Sinopharm dan Sinovac - telah disetujui untuk penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keduanya sudah digunakan di berbagai negara lain, termasuk Filipina, Chili, Brasil, Indonesia, Meksiko, Thailand, dan Turki.

WHO mengatakan, kemanjuran vaksin Sinopharm untuk kasus Covid-19 yang bergejala dan dirawat di rumah sakit diperkirakan 79%.

Dikatakan vaksin Sinovac mencegah penyakit simtomatik pada 51% dari mereka yang divaksinasi dan mencegah gejala parah dan rawat inap pada 100%.

3 dari 3 halaman

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China