Sukses

Dewan Keamanan PBB Adakan Pertemuan Virtual Bahas Isu Palestina-Israel

Liputan6.com, New York City - Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan publik virtual pada Minggu (16 Mei) untuk membahas kekerasan yang meningkat antara Israel dan Palestina pada Kamis (13/5)

Amerika Serikat, yang telah memblokir sesi Jumat yang semula dijadwalkan dan mengusulkan pertemuan awal pekan depan, setuju untuk memindahkan sesi - diminta oleh Tunisia, Norwegia dan China - ke hari Minggu.

Amerika Serikat pada Kamis pagi mengatakan, ingin memberikan waktu untuk diplomasi, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (14/5/2021).

Menteri Luar Negeri Antony Blinken, ditanya tentang pembatalan sesi Jumat dan mengatakan bahwa AS tidak memblokir pertemuan tetapi ingin mengadakannya nanti.

"Kami terbuka dan mendukung diskusi terbuka di Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Blinken kepada wartawan di Washington.

"Saya pikir kita akan melihat awal minggu depan. Ini, saya harap, akan memberikan waktu bagi diplomasi agar bisa berpengaruh," katanya, sebelum pertemuan yang ditetapkan pada hari Minggu.

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, telah membela serangan mematikan Yahudi sebagai tanggapan atas tembakan roket dari gerakan Hamas yang mengontrol Jalur Gaza.

Tetapi pemerintahan Presiden Joe Biden juga telah menyuarakan kekhawatiran atas korban sipil dan sebelumnya mendorong Israel untuk menunda penggusuran warga Palestina di Yerusalem, pemicu langsung dari gejolak tersebut.

Blinken berbicara pada Rabu (12/5) dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas, dan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, Hady Amr, sedang dalam perjalanan pada Kamis (13/5) ke wilayah tersebut.

Amerika Serikat sedang mencari jalan "diakhirinya kekerasan yang terus merenggut nyawa anak-anak, wanita dan pria yang tidak bersalah", kata Blinken.

"Kami sudah sangat jelas menyatakan bahwa serangan roket harus dihentikan," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Bombardir Israel

Sesi Dewan Keamanan, yang diadakan melalui konferensi video karena pandemi, membutuhkan dukungan dari semua 15 anggota.

Jumat pagi, Israel membombardir Gaza dengan serangan artileri dan udara sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung terhadap Hamas, kata militer.

"Pesawat dan pasukan Israel di darat sedang melakukan serangan di Jalur Gaza," kata tentara Israel dalam pesan singkat.

Lebih dari 100 orang di Gaza telah dilaporkan tewas sejak Senin lalu - termasuk 27 anak - dan lebih dari 580 orang terluka ketika insiden pemboman hebat.

Di Israel, tujuh orang tewas sejak Senin, termasuk seorang anak berusia enam tahun, setelah sebuah roket menghantam sebuah rumah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: