Sukses

Banyak Orang Tak Sadar dengan Bau Mulut Sendiri, Ini 8 Cara Mendeteksinya

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar orang mungkin sering bertanya-tanya bagaimana bau napasnya, tetapi tidak semua orang selalu tahu apakah dia memiliki bau mulut atau tidak.

Ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan, dan ada beberapa cara untuk menilai secara manual apakah sudah waktunya untuk menyikat gigi.

Kecuali kita berbicara tentang halitosis, yaitu bau mulut kronis dan harus membawa anda langsung ke dokter.

Mengutip dari Bright Side, Jumat (5/2/2021), berikut cara mengetahui bau napas sendiri:

Saksikan Video Berikut Ini:

2 dari 11 halaman

1. Jilat bagian dalam pergelangan tangan dan cium baunya

Cobalah untuk menjilat bagian dalam pergelangan tangan, setelah itu tunggu 5 hingga 10 detik, lalu hirup.

Ini akan memberi Anda indra yang akurat tentang bagaimana bau napas Anda.

Jika merasakan bau yang tidak sedap, bisa jadi karena lapisan belerang muncul di lidah.

 

3 dari 11 halaman

2. Memasukkan jari ke lidah

Biarkan jari Anda menyentuh bagian belakang mulut.

Terkadang, bakteri dapat muncul di amandel di belakang tenggorokan dan mungkin penyebab bau tak sedap.

Setelah air liur mengering, cium jari Anda.

 

4 dari 11 halaman

3. Bernapas ke dalam gelas kosong

Ambil gelas bersih kemudian hembuskan nafas melalu mulut ke dalam gelas tersebut, setelah itu letakkan gelas yang sama di sekitar hidung dan hiruplah dengan tajam.

Bau yang anda rasakan akan membantu menilai napas anda sendiri, juga bisa menggunakan kantong plastik tidak berbau.

5 dari 11 halaman

4. Seka permukaan lidah dengan kain kasa

Lilitkan kain kasa di jari kemudian cobalah untuk membersihkan bagian lidah dengan kain kasa tersebut.

Setelah itu lihat apakah ada noda yang tertinggal di kain kasa. Jika iya itu merupakan kotoran yang dapat menyebabkan bau mulut yang disebabkan oleh produksi sulfida yang tinggi.

Selain dengan kasa dapat juga mencoba tes ini dengan menggunakan tisu.

6 dari 11 halaman

5. Menggunakan sendok

Ambil sendok kemudian cobalah menggosok bagian belakang lidah dengan sendok tersebut, biarkan mengering sebentar lalu cium baunya.

Anda juga harus memeriksa lapisan yang Anda hapus dari permukaan lidah.

7 dari 11 halaman

6. Gunakan pengerik lidah

Dengan menggunakan pengerik lidah untuk mengikis bagian lidah dapat digunakan untuk mengetahui bau mulut.

Jika bawah lapisan lidah berwarna putih, berarti ada banyak kotoran dari makanan, bakteri, atau sel-sel mati yang telah berkumpul dan menyebabkan bau mulut sehingga harus dibersihkan secara teratur.

Jika masih tidak kunjung sembuh dalam beberapa minggu, maka harus memeriksakan diri ke dokter.

Lidah merah muda dan bening merupakan indikasi kesehatan mulut yang baik.

 

8 dari 11 halaman

7. Gunakan benang gigi

Pilih benang yang tidak berbau untuk tes ini agar tidak mempengaruhi hasil akhirnya.

Cobalah menggosok benang di antara gigi, persis seperti saat menggosok gig yang dilakukan selama rutinitas harian Anda, kemudian hiruplah.

Ini akan mengungkapkan bau dari mulut, karena bau mulut juga bisa berasal dari makanan yang tersangkut di antara gigi.

9 dari 11 halaman

8. Tes khusus ke dokter

Jika merasa tidak nyaman dengan napas atau bahkan jika pergi ke dokter hanya untuk pemeriksaan rutin, mintalah bantuan dokter gigi untuk mengetahui bau mulut.

Karena dokter bisa melakukan tes halimeter, yang menentukan tingkat senyawa sulfur volatil (VSC) di mulut anda.

Tingkat yang tinggi berarti pertumbuhan berlebih bakteri, baik dari usus atau mulut.

Dokter gigi juga dapat melakukan tes organoleptik, di mana dia menguji napas anda melalui sedotan plastik.

 

10 dari 11 halaman

Jangan Remehkan Bau Mulut

Bau mulut dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari kebersihan mulut yang buruk hingga penyakit gusi dan kerusakan gigi.

Tidak menggunakan sikat gigi yang tepat atau tidak menggantinya setiap 3 sampai 4 bulan dapat meningkatkan kemungkinan anda terkena halitosis.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, bau mulut dapat menunjukkan beberapa kondisi kesehatan yang mendasarinya, jadi pergilah ke dokter jika hal ini terus berlanjut.

Makanan juga penting, jika anda mengikuti diet tinggi protein dan rendah karbohidrat, mungkin mengalami apa yang disebut "napas unta". Ini terjadi karena tubuh berada dalam keadaan ketosis, keadaan metabolisme di mana tubuh memecah keton, bukan glukosa.

 

Reporter: Veronica Gita

11 dari 11 halaman

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker