Sukses

Mengapa Salju Berwarna Putih? Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta - Sama seperti kita mengetahui daun itu hijau, langit itu biru, manusia juga mengidentifikasi salju dengan warna putih.

Tapi, mengapa salju itu putih?

Dikutip dari Live Science, Senin (18/1/2021), untuk mengetahui kenapa salju itu putih, kita harus membahas H20, zat yang pada dasarnya jernih yang juga dapat merubah sesuatu menjadi putih.

Kenneth Libbrecht, seorang profesor fisika di Institut Teknologi California dan penulis snowcrystals.com - sebuah situs tentang fisika kepingan salju, menggunakan analogi berikut.

"Jika Anda mengambil sepotong kaca, seperti kaca jendela, uang jelas-jelas jernih, tetapi kemudian Anda mengeluarkan palu dan Anda meghancurkan panel lalu menghancurkannya menjadi potongan-potongan kecil kaca... kemudian menjadi putih," kata Kenneth Libbrecht.

Libbrecht mengatakan kunci dari perbedaan ini adalah bagaimana cahaya berinteraksi dengan satu permukaan seperti jendela versus permukaan multi-segi seperti pecahan kaca, dan konsep yang sama berlaku untuk salju.

2 dari 4 halaman

Es Ternyata Bisa Warna Apa Saja, Lho!

Walau memang warna alami salju putih, sebenarnya ia memiliki warna yang lebih menghipnotis.

Menurut Libbrecht, tumpukan saltu, gunung es, dan gletser terkadang dapat tampak biru ketika cahaya memasuki melalui celah yang mantul dari permukaannya dan terjebak.

Saat cahaya bergerak di dalam salju dan es, kristal es yang yang tak terhitung jumlahnya menyerbarkannya dalam perjalanannya.

Semakin jauh ia bergerak, semakin sering ia berpencar karena air dan es "lebih menyukai menyerap lebih banyak cahaya merah daripada cahaya biru," ketika sinar cahaya akhirnya muncul dari lapisan salju, panjang gelombang biru yang lebih pendek daripada panjang gelombang merah yang lebih panjang yang dipantulkan ke mata manusia.

Semakin lama hamburan berulang, warna biru akan semakin terlihat.

The National Snow and Ice Data Center menyarankan kedalaman salju setidaknya beberapa kaki. Satu kaki adalah 0,3 meter. Dan diperlukan beberapa meter untuk melihat sebuah warna.

Salju 'pink' atau merah dijuluki 'watermelon snow' juga pernah didokumentasikan.

Warnanya berasal dari sejenis ganggang air tawar yang suka hidup di tempat dingin, sehingga mereka hidup di dalam kantong salju, yang kemudian menyebabkan warna merah.

Demikian pula, partikel dan organisme lain juga dapat mewarna salju.

Karena itu, Libbrecht mengakui bahwa secara hipotetis, salju dapat memiliki warna apa saja dari warna pelangi.

Tentu saja, bukan misteri dari mana asal satu warna salju.

Jika Anda melihat salju kuning, kemungkinan besar itu adalah jejak hewan yang lewat.

3 dari 4 halaman

Infografis Cuaca Ekstrem Ancam 17 Wilayah Indonesia

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: