Sukses

Ada Berapa Banyak Lapisan Cincin Pada Planet Saturnus?

Liputan6.com, Jakarta - Dari semua planet yang dikelilingi oleh cincin, Saturnus adalah yang paling terkenal. Cincin-cincin planet ini cukup masif sehingga Galileo dapat melihatnya menggunakan teleskop sederhana pada tahun 1610.

Sejak itu NASA menyebut Saturnus adalah planet dengan karakteristik yang paling dikenal di dunia mana pun yang ada di tata surya kita, demikian dikutip dari laman Mentalfloss.com, Minggu (12/7/2020).

Jadi, berapa banyak lapisan cincin yang dimiliki Saturnus? Jika Anda bisa melihatnya dari potret gambar, pasti ada banyak, bukan? atau bahkan tidak terlihat sama sekali.

Para ilmuwan tidak tahu pasti berapa banyak cincin yang dimiliki Saturnus. Ada delapan kelompok cincin utama yang membentang sepanjang 175.000 mil, tetapi ada yang menyebut itu lebih dari delapan cincin.

Sistem ini dinamai dengan huruf-huruf alfabet, sesuai urutan penemuannya. (Para astronom telah mengetahui tentang kelompok cincin A, B, dan C sejak abad ke-17, sementara yang lain adalah penemuan yang lebih baru. (Yang terbaru baru ditemukan pada tahun 2009.)

Cincin yang dapat kita lihat dalam gambar planet ini -- bahkan gambar beresolusi tinggi -- bukanlah cincin tunggal, tetapi sebenarnya terdiri dari ribuan cincin kecil yang berbeda dan dapat sangat berbeda dalam penampilan, menunjukkan riak tidak teratur dan kekusutan. Partikel-partikel es yang tebal yang membentuk cincin Saturnus bervariasi dalam ukuran dari sekecil debu hingga sebesar gunung.

Sementara celah antara cincin Saturnus kecil, Keeler Gap selebar 26 mil cukup besar untuk menampung beberapa bulan, meskipun sangat kecil.

Sistem cincin terbesar yang ditemukan pada tahun 2009 dimulai 3,7 juta mil jauhnya dari Saturnus sendiri dan materialnya mencapai 7,4 juta mil, meskipun hampir tidak terlihat tanpa bantuan kamera inframerah.

2 dari 3 halaman

Penelitian Berkembang

Para peneliti masih menemukan cincin baru serta wawasan baru tentang fitur-fitur sistem cincin Saturnus yang sudah dikenal.

Pada awal 1980-an, misi Voyager NASA mengambil gambar resolusi tinggi pertama Saturnus dan cincinnya, mengungkapkan kekusutan yang sebelumnya tidak diketahui di salah satu cincin yang lebih sempit, yang dikenal sebagai cincin F.

Pada tahun 1997, NASA mengirim pengorbit Cassini untuk melanjutkan studi badan antariksa dari planet cincin, yang mengarah ke penemuan cincin baru, begitu samar sehingga mereka tidak diketahui sampai kedatangan Cassini pada tahun 2006.

Sebelum Cassini dikirim dan terbakar di atmosfer Saturnus di September 2017, butuh 22 kali penyelaman melalui ruang antara planet ini.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut: