Sukses

Top 3: Vaksin Corona COVID-19 Ad5-nCoV hingga Kasus Tinggi di RI Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta - Pemberitaan soal pencarian obat Virus Corona COVID-19 masih menjadi sorotan. Kali ini vaksin Ad5-nCoV yang dikembangkan oleh CanSino Biologics.

Ad5-nCoV menggunakan versi yang lebih lemah dari virus flu biasa (dikenal sebagai adenovirus) --yang menginfeksi sel manusia tetapi tidak menyebabkan penyakit-- untuk mengirimkan fragmen materi genetik dari SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID- 19.

Materi genetik ini memberikan instruksi untuk membuat 'spike protein' di permukaan SARS-CoV-2.

Selain itu, yang juga mencuri perhatian adalah perihal sekitar 10,000 orang dewasa dan anak-anak di Inggris disiapkan untuk uji coba vaksin Virus Corona COVID-19, Oxford University dan AstraZeneca.

Grafik di Our World in Data menunjukan tren penurunan kasus harian Virus [Corona](https://www.liputan6.com/tag/virus-corona "") (COVID-19) di Asia Tenggara juga  menjadi sorotan. Hampir semua negara tampak sudah mencapai puncak dan kasus mulai turun.

Berikut ini selangkapnya dalam Top 3 Global Liputan6.com, Minggu (24/5/2020):

2 dari 4 halaman

1. Uji Vaksin Virus Corona Buatan China Sukses Kuatkan Imun pada 100 Orang

Salah satu vaksin potensial untuk virus corona baru yang dikembangkan di China dilaporkan membuahkan hasil positif.

Hasil itu menyusul uji coba terhadap 100 orang yang berhasil menghasilkan respon imun terhadap COVID-19, demikian seperti dikutip dari Livescience.

Vaksin tersebut disebut sebagai Ad5-nCoV yang telah dikembangkan oleh CanSino Biologics.

Materi genetik ini memberikan instruksi untuk membuat 'spike protein' di permukaan SARS-CoV-2.

Idenya adalah bahwa sistem kekebalan tubuh seseorang akan menciptakan antibodi terhadap spike protein tersebut, yang akan membantu melawan virus corona jika orang tersebut kemudian terkena.

Uji coba terhadap manusia sudah dilakukan sejak awal Maret lalu.

Selengkapnya di sini...

3 dari 4 halaman

2. Oxford Akan Uji Vaksin Corona COVID-19 ke 10 Ribu Orang Inggris

Sejumlah lembaga di Inggris telah menerima lembar pendaftaran dari 10.260 orang dewasa dan anak-anak untuk memeriksa seberapa baik sistem kekebalan manusia merespon vaksin yang diuji coba. Uji coba ke manusia atau uji klinis itu juga akan mengetahui seberapa aman penggunaan vaksin, kata pihak universitas.

Para peneliti mengutamakan tenaga kesehatan dan pekerja sektor publik untuk mendaftar pada uji coba vaksin itu guna mengetahui keampuhannya. Setidaknya, mereka berisiko tertular virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), penyebab COVID-19, saat menjalani kegiatan sehari-hari.

Uji coba tahap pertama telah dimulai sejak 23 April, melibatkan lebih dari 1.000 relawan berusia 18 tahun sampai 55 tahun. Oxford University mengatakan uji coba tahap II dan III akan melibatkan warga berusia 56 tahun dan mereka yang lebih tua serta anak-anak berusia 5-12 tahun.

Baca di sini selanjutnya...

4 dari 4 halaman

3. Kasus Corona COVID-19 di Asia Tenggara Mulai Turun Kecuali di Indonesia

Hampir semua negara tampak sudah mencapai puncak Virus Corona COVID-19 dan kasus mulai turun. Namun, angka di Indonesia masih terlihat naik.

Berdasarkan grafik Our World in Data, kasus Virus Corona di Indonesia masih menunjukan tren kenaikan, terutama akibat lonjakan kasus pada 21 Mei kemarin.  

Pada 21 Mei, kasus harian di Indonesia nyaris menyentuh seribu. Sehari kemudian, angka kasus harian kembali turun menjadi 634. Penambahan itu merupakan laporan kasus harian tertinggi di Asia Tenggara pada 22 Mei.

Selengkapnya baca di sini...