Sukses

5 Budaya Unik dari Sejumlah Negara di Dunia

Liputan6.com, Jakarta- Beberapa budaya yang berbeda untuk aktivitas umum di negara-negara lain memiliki keunikan tersendiri. 

Perbedaan budaya terkadang dapat membuat orang merasa canggung atau kebingungan. Bayangkan jika dilahirkan di Inggris, India, atau Australia misalnya, dan bepergian ke tempat lain. 

Seperti dikutip dari Brightside.me, Rabu (29/4/2020), ada sejumlah budaya untuk aktivitas umum di negara-negara di dunia, yang mungkin jarang ditemukan di wilayah tempat kita tinggal. 

Berikut adalah 4 budaya umum mulai dari cara berfoto, warna lampu lalu lintas, dan berbicara dalam telepon, hingga saat menyambut seseorang yang belum berpasangan:

2 dari 6 halaman

1. Saat Akan Berfoto, Orang Belanda Berkata...

Ada ekspresi yang berbeda-beda di setiap negara ketika meminta seseorang untuk tersenyum di depan kamera. 

Di Spanyol, saat seseorang hendak befoto biasanya instruksi bersenyum lokal akan diberitahu untuk mengatakan "wiski." Sedangkan di Belanda, ungkapan umum untuk tersenyum saat akan berfoto adalah dengan mengatakan "Senyumlah pada burung kecil."

Hal tersebut dikatakan berasal dari bagaimana fotografer tua di Belanda pada biasanya meletakkan burung di kamera mereka.

3 dari 6 halaman

2. Lampu Lalu Lintas di Jepang Berwarna Biru dan Hijau

Menurut suatu artikel di situs web Atlasobscura.com, hanya ada 4 warna dasar di sejarah Jepang kuno yang di antaranya adalah hitam, putih, merah, dan biru.

Untuk apapun yang berwarna hijau dijelaskan menggunakan kata untuk warna biru, atau ao, menurut artikel itu.

Kata midori yang berarti "kecambah," juga dikatakan mulai digunakan untuk menggambarkan warna hijau, tetapi dulu dan masih dianggap sebagai warna biru.

4 dari 6 halaman

3. Sebut Nama saat Jawab Telepon

Saat hendak menjawab telepon, kita biasanya menyapa si pemanggil dengan mengatakan "halo" atau "hello". Namun hal tersebut berbeda di Belanda. 

Di Belanda, ketika seseorang hendak mengangkat panggilan telepon, penerima akan langsung menjawab dengan menyebut namanya agar pemanggil dapat segera mengidentifikasi dengan siapa dia berbicara. 

5 dari 6 halaman

4. Perayaan untuk Lajang Usia 25 Tahun di Denmark

Menurut suatu artikel di laman Alasobscura.com, penjual rempah-rempah keliling di Denmark diketahui sebagai kalangan lajang yang cukup dikenal. 

Mereka yang belum menikah atau berpasangan itu disebut sebagai pebersvend (pebermø untuk perempuan), juga adanya tradisi penghormatan dengan perayaan serangan tabur bubuk kayu manis ke tubuh mereka, yang juga merupakan bumbu populer dalam masakan Denmark.

Penaburan kayu manis akan ditingkatkan menjadi lada pada seseorang berusia 30 tahun yang belum berpasangan.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: