Sukses

Stok Kondom Dunia Bisa Menipis Selama Pandemi Corona COVID-19

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Salah satu produsen kondom terbesar di dunia mengeluarkan peringatan perihal kekurangan global karena pasokan yang menurun hampir 50%, sementara persediaannya akan bertahan hanya untuk dua bulan lagi.

Karex Bhd, yang berbasis di Malaysia, yang membuat satu dari setiap lima kondom di seluruh dunia, baru memulai kembali proses produksi di pabriknya pada hari Jumat lalu setelah sebelumnya menutup dan menyetop kegiatan di pabrik selama satu minggu.

Melansir Bloomberg, Minggu (29/3/2020), pegawai yang melakukan proses produksi hanya berjumlah setengah dari keseluruhan lantaran pembatasan pergerakan yang ditetapkan pemerintah setempat guna mencegah penyebaran virus corona.  

Perusahaan tersebut mengatakan produsen kondom utama lainnya berada di China dan India, di mana keduanya juga sangat dipengaruhi oleh pandemi tersebut. 

Sementara itu, permintaan dari masyarakat kini berada di dua digit akibat pemerintah di seluruh dunia yang kini mengeluarkan perintah kepada warganya untuk tetap berada di rumah.

"Kondisi lainnya yang juga menunjang terjadinya kenaikan permintaan adalah lantaran kebanyakan orang enggan untuk memiliki anak di saat seperti ini, terlebih karena masa depan yang tidak pasti," kata Goh Miah Kiat, kepala eksekutif kelompok di Karex.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Harga Akan Naik

Perusahaan yang memproduksi kondom untuk merek-merek seperti Durex serta lini kondom khusus sendiri seperti yang rasa Durian ini, menghasilkan lebih dari 5 miliar kondom setahun dan mengekspornya ke lebih dari 140 negara. Itu menjadi lebih menantang karena pemerintah menutup perbatasan dan banyak maskapai pun telah membatalkan penerbangan.

"Saya pasti akan mengatakan ini adalah tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya, kami belum pernah melihat gangguan seperti itu," kata Goh dalam sebuah wawancara pada hari Jumat.

Kondom juga bisa menjadi jauh lebih mahal, dia memperingatkan.

"Kami masih membayar semua pekerja kami gaji penuh tetapi pekerja hanya datang separuh waktu sehingga umumnya akan ada kenaikan biaya," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini: