Sukses

Asteroid Dekati Bumi pada Awal Ramadan Berukuran Sebesar Manhattan AS

Liputan6.com, Jakarta - Asteroid besar dan berpotensi berbahaya siap terbang melintasi Bumi pada April 2020. Tapi jangan khawatir, benda langit itu tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

Asteroid (52768) 1998 OR2 akan melakukan pendekatan dengan Bumi pada 29 April mendatang. Di Indonesia, saat itu bertepatan dengan awal ibadah puasa Ramadhan.

Batuan antariksa yang besar dan kuat itu diperkirakan berdiameter 1,1 hingga 2,5 mil (1,8 hingga 4,1 kilometer), atau kira-kira selebar Pulau Manhattan di New York, Amerika Serikat.

Sejatinya asteroid seukuran itu bisa mendatangkan malapetaka jika menabrak Bumi. Perkiraan itulah yang memicu beberapa laporan media yang mengkhawatirkan dan salah informasi, tapi yang satu ini tidak menimbulkan ancaman.

Mengutip Space.com, Senin (23/3/2020), pada pendekatan terdekatnya, yang akan terjadi pada sekitar 05.56 EDT (09.56 GMT), asteroid 1998 OR2 akan berada pada jarak 3,9 juta mil (6,3 juta km) dari Bumi. Itu lebih dari 16 kali jarak rata-rata antara Bumi dan bulan.

2 dari 3 halaman

Klasifikasi Asteroid Berbahaya

NASA mengklasifikasikan asteroid 1998 OR2 sebagai berpotensi berbahaya bukan karena menempatkan Bumi dalam bahaya. Tetapi karena memenuhi kriteria tertentu dalam skema klasifikasi agensi tersebut.

Menurut NASA, asteroid memenuhi syarat sebagai "berpotensi berbahaya" jika orbitnya pernah memotong orbit Bumi pada jarak kurang dari 4,6 juta mil (7,5 juta km), atau 0,05 unit astronomi, jarak rata-rata antara Bumi dan matahari.

Asteroid 1998 OR2, yang mengorbit matahari di antara orbit Bumi dan Mars ini baru akan melintasi Bumi lagi 18 Mei 2031. Saat itu jaraknya akan semakin jauh, melewati sekitar 12 juta mil (19 juta km) dari planet kita, menurut NASA.

Dua lintasan berikutnya, pada 2048 dan 2062, jaraknya pun akan semakin jauh. Penerbangan terdekat asteroid 1998 OR2 untuk masa yang akan datang adalah pada 16 April 2079, ketika jaraknya hanya 1,1 juta mil (1,8 juta km) jauhnya.

NASA dan mitra internasionalnya secara aktif memindai langit untuk mencari asteroid yang berpotensi berbahaya. Kemudian mempelajari cara-cara untuk membelokkan asteroid yang membahayakan Bumi sebelum menghantam.

Sejauh ini, sekitar sepertiga dari 25.000 asteroid besar yang diperkirakan terpantau di lingkungan kosmik Bumi telah ditemukan.

 

 

Catatan Redaksi:

Artikel ini telah mengalami perubahan judul pada Kamis 26 Maret 2020.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: