Sukses

Kabut Tebal Selimuti Langit Wellington, Sejumlah Maskapai Batal Terbang

Liputan6.com, Wellington- Kabut tebal menyelimuti Kota Wellington pada Minggu 19 Januari. Maskapai Air New Zealand sempat membatalkan sisa penerbangannya di Bandara Wellington, Selandia Baru.

Selain itu, maskapai Jetstar juga membatalkan 3 penerbangan, karena kabut di Bandara Wellington, Selandia Baru.

Juru bicara di Bandara Wellington mengatakan, penerbangan akan dimulai kembali pada Minggu sore. Namun, seorang pramugari maskapai Air New Zealand  mengonfirmasi, mereka tidak akan melakukan penerbangan lagi, seperti dikutip dari TVNZ, Senin (20/1/2020).

Penerbangan akan dilanjutkan hari ini, bila kondisi cuaca membaik.

 

2 dari 3 halaman

Dampak pada Penerbangan Internasional

Awan rendah di Kota Wellington, mempengaruhi penerbangan domestik termasuk beberapa penerbangan internasional.

Beberapa penerbangan ditunda lebih dari 1 jam sementara penerbangan yang lain dialihkan atau dibatalkan, termasuk 3 penerbangan maskapai Jetstar rute Auckland-Wellington.

Selain itu, penerbangan maskapai Air New Zealand dari Blenheim pada hari sebelumnya juga dibatalkan.

3 dari 3 halaman

Menunggu Kondisi

Seorang juru bicara maskapai Jetstar mengatakan, mereka menunggu untuk melihat apakah kondisi cuaca sudah membaik sebelum memutuskan apakah akan membatalkan 3 penerbangan lainnya. 

"Pelanggan yang terkena dampak telah diberi pilihan untuk terbang dengan layanan berikutnya yang tersedia tanpa biaya tambahan, atau voucher dari pemesanan mereka," kata juru bicara maskapai Jetstar.

Selain itu, juru bicara maskapai Jetstar menambahkan, pihaknya menyadari ini merupakan gangguan yang membuat frustasi namun keamanan menjadi prioritas utama.

"MetService tidak memiliki peringatan cuaca di tempat, tetapi mengatakan kabut tersebut berpotensi bertahan sampai pagi hari," ujar juru bicara maskapai Jetstar

Loading
Artikel Selanjutnya
Pasien Virus Corona di Selandia Baru Transit di Bali Naik Pesawat Emirates
Artikel Selanjutnya
Selandia Baru Konfirmasi Kasus Virus Corona Pertama, Perluas Larangan Perjalanan Ke Iran