Sukses

Cuaca Dingin Ekstrem, Warga AS Bersiap Hadapi Flu

Liputan6.com, Jakarta - Suhu dingin di bawah normal tengah melanda negara timur dan selatan Amerika Serikat. Selama beberapa hari pertama pada pekan depan, sebagian besar masyarakat di dua pertiga negara bagian timur AS akan merasakan 10 derajat hingga 20 derajat di bawah suhu normal pada pertengahan November.

Ahli meteorologi dari AccuWeather, memperkirakan 147 juta orang akan mengalami subfreezing Suhu pada awal pekan depan, seperti melansir dari UPI, Minggu (10/11/2019).

"Pembekuan yang meluas kemungkinan akan mengakhiri musim tumbuh di sebagian besar wilayah Selatan awal pekan depan," kata ahli meteorologi senior AccuWeather, Dan Kottlowski.

Temperatur rendah mungkin jatuh di bawah titik beku sampai ke Pantai Teluk, tetapi dingin yang paling hebat akan terjadi di dataran utara di mana suhu bahkan mungkin jatuh di bawah nol.

Selain itu, ditambahnya dengan angin kencang, akan terasa lebih dingin di seluruh wilayah dan adanya perbatasan waktu aktivitas di luar rumah.

"Mungkin diperlukan hingga minggu ketiga November untuk membersihkan suhu di bawah normal ini dari dataran utara melalui Great Lakes."

2 dari 3 halaman

Udara Ekstrem Sejak Rabu Malam

Suhu seperti musim dingin yang mendorong ke dataran utara melalui pertengahan minggu ini akan terus berada di selatan dan timur ke akhir pekan.

Udara dingin pertama tiba di dataran utara pada Rabu hingga Rabu malam. Suhu turun ke satu digit dari Montana ke Dakota dan ke Iowa utara sepanjang Rabu malam.

Udara dingin terus menyusup ke negara itu, menyebar melalui Lembah Sungai Mississippi.

Suhu terendah sejauh musim ini berada di Timur Laut dan Tenggara pada Sabtu pagi, di mana rekor harian suhu rendah dapat ditantang untuk kota-kota dari Boston ke Nashville.

Suhu yang telah ada sejak pertengahan minggu ini akan terus mengisi di daerah selatan dan timur hingga akhir pekan.

"Temperatur yang rendah bisa turun hingga 25 derajat Celcius di Philadelphia pada Sabtu pagi. Belum sedingin ini di awal musim sejak 1976," kata Jesse Ferrell, ahli meteorologi dan manajer media sosial AccuWeather.

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading