Sukses

Intip Persiapan Chandrayaan-2 India Mendarat di Dekat Kutub Selatan Bulan

Liputan6.com, New Delhi - Pesawat ruang angkasa India, Chandrayaan-2, bersiap untuk melakukan pendaratan perdananya di Bulan pada Jumat, 6 September 2019, setelah menurunkan orbitnya di sekitar satelit alami Bumi ini.

Pada Jumat, 30 Agustus 2019, Indian Space Research Organization (ISRO) menurunkan orbit Chandrayaan-2 menjadi 124 kilometer dari 164 kilometer di sekitar Bulan. Manuver lain direncanakan pada 1 September, sebelum lander Vikram akan berpisah dari pengorbit pada 2 September 2019.

Chandrayaan-2, yang diluncurkan pada 22 Juli 2019, adalah misi kedua India ke Bulan setelah misi Chandrayaan-1 pada 2008 gagal. Namun, Chandrayaan-2 adalah upaya pertama negara ini untuk mendarat di permukaan Bulan, yang akan menjadikan India sebagai negara keempat yang mendaratkan misi tanpa awak di Bulan --setelah Uni Soviet, AS, dan China.

Chandrayaan-2 terdiri dari pengorbit, pendarat (lander) Vikram, dan penjelajah (rover) kecil bernama Pragyan. Setelah Vikram lepas dari pengorbitnya, ia akan menurunkan orbitnya di sekitar Bulan hingga mencapai 100 kilometer di atas permukaan Bulan.

Kemudian pada 7 September 2019 pada pukul 01.40 waktu India, misi ini akan memulai 15 menit pendaratan akhir ke permukaan Bulan.

Vikram dimaksudkan untuk mendarat di dekat Kutub Selatan Bulan, yang lebih tepat disebut sebagai wilayah Kutub Selatan. Ini adalah wilayah yang menarik secara ilmiah, tempat es air bisa terperangkap di bawah tanah Bulan atau disimpan di kawah bayangan.

"Dunia sedang menunggu data kami," kata Dr Kailasavadivoo Sivan, ketua ISRO, seperti dikutip dari Forbes, sabtu (31/8/2019).

"Kami akan mendarat di suatu tempat untuk pertama kalinya di kutub selatan dan NASA telah mengumumkan proyek pembangunan habitat manusia di Kutub Selatan. Jadi, ini akan memberi masukan pada program yang berkaitan dengan kemanusiaan secara besar-besaran."

2 dari 3 halaman

Tugas Berat Menanti

Empat jam setelah mendarat, penjelajah (rover) Pragyan akan melakukan tugasnya. Kemudian, pengumpulan data dimulai. Lander dan rover sudah dilengkapi dengan berbagai instrumen untuk mempelajari permukaan Bulan.

Vikram akan mengukur seismologi dan suhu di daerah tersebut, sementara Pragyan akan mempelajari komposisi bahan pembentuk Bulan dan mengambil sejumlah gambar.

Keduanya dirancang untuk bertahan selama satu hari di Bulan atau setara dengan 14 hari di Bumi, sampai malam tiba dan suhu turun drastis.

Misi Chandrayaan-2 sama sekali tidak menjamin keselamatan pesawat ruang angkasa ini. Dr Sivan telah menilai peluang keberhasilan Chandrayaan-2 hanya 37 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Diduga Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Eks Menteri India Ditangkap Polisi
Artikel Selanjutnya
Perdana, India Gelar Kompetisi Kentut Berhadiah