Sukses

Diplomat Turki Tewas Diberondong Saat Makan di Restoran Irak

Liputan6.com, Irbil - Seorang diplomat Turki termasuk di antara dua orang yang ditembak mati pada Rabu 17 Juli 2019 di Irbil, ibu kota Wilayah Kurdistan Irak.

Penembakan itu terjadi sekitar pukul 14.30 (11.30 GMT) pada hari Rabu di restoran HuQQabaz di Airport Road, antara Dream City dan distrik Kekaisaran Irbil.

Menurut laporan BBC, Kamis (18/7/2019), para korban tengah makan di sebuah restoran ketika orang-orang bersenjata melepaskan tembakan. Mereka dilaporkan sebagai wakil konsul Turki di kota itu dan seorang warga sipil Irak.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk "serangan keji" tersebut.

Tidak ada yang sejauh ini mengklaim sebagai dalang serangan. Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah berperang selama puluhan tahun di Turki dan memiliki basis di Irak, telah membantah terlibat.

"Kami tidak tahu menahu tentang insiden penembakan dan pembunuhan pejabat konsulat Turki di Irbil", ujar seorang juru bicara sayap militer kelompok itu, Pasukan Pertahanan Rakyat (HPG), mengatakan kepada situs web Kurdi Irak Dwarozh News dikutip dari BBC, Kamis (18/7/2019).

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan tiga penyerang melepaskan tembakan ke restoran itu, membunuh diplomat Turki dan warga sipil Irak, dan melukai seorang warga Irak lainnya. Diplomat dan Irak itu duduk di meja yang berdekatan, ia menambahkan.

Laporan awal mengatakan bahwa tiga diplomat Turki terbunuh.

Pasukan keamanan internal Wilayah Kurdistan, Asayish, mengatakan telah meluncurkan penyelidikan penuh dan telah menghubungi para diplomat Turki untuk menawarkan bantuan kepada mereka.

 

2 dari 3 halaman

Reaksi Turki

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Turki "bekerja sama dengan pihak berwenang Irak untuk menemukan pelaku,  dan mengetahui motif serangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan semua detail diungkapkan".

"Kami akan mengirim delegasi (ke Irbil) jika perlu," tambahnya.

Ibrahim Kalin selaku juru bicara Presiden Erdogan, menulis di Twitter: "Tanggapan yang diperlukan akan diberikan kepada mereka yang melakukan serangan berbahaya ini."

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kurdistan mengatakan sangat mengutuk pembunuhan dan bersumpah untuk menemukan pelaku dan meminta pertanggungjawaban mereka.

"Kami tidak akan pernah membiarkan perdamaian dan keamanan Wilayah Kurdistan dirusak," tegas Pemerintah Daerah Kurdistan.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan akan mengikuti investigasi dengan cermat untuk menemukan dalangnya.

3 dari 3 halaman

Didalangi PKK?

Ditanya apakah kelompok Kurdistan Workers Party (PKK) berada di balik penembakan itu, Cavusoglu mengatakan dirinya belum tahu pasti apakah itu "serangan teroris".

"Rakyat Irak bisa menjadi sasaran," katanya.

Militan PKK, yang memperjuangkan otonomi bagi Turki yang sebagian besar dihuni Kurdi di sisi tenggara sejak 1984, telah menggunakan daerah pegunungan terpencil di sepanjang perbatasan Irak-Turki sebagai tempat perlindungan dan melancarkan serangan terhadap pasukan Turki. Sebagai tanggapan, Turki telah melakukan serangan udara dan artileri lintas batas dan serangan darat.

Pekan lalu, Turki mengatakan telah meluncurkan operasi yang melibatkan pasukan komando, serangan udara dan artileri yang menargetkan posisi PKK di daerah Xwakurk (Hakurk).

Sementara itu PKK mengkonfirmasi bahwa salah satu pemimpin seniornya - Diyar Gharib Mohammed, yang duduk di dewan presiden organisasi payung tempat PKK berada - terbunuh dalam serangan udara Turki.

Pada Juni, sebuah kelompok yang disebut Pasukan Bela Diri Kurdistan Selatan didirikan di wilayah itu untuk menyerang pos-pos militer Turki di wilayah Irak. Sejauh ini belum diketahui pasti apakah kelompok baru itu terkait dengan PKK.

Loading
Artikel Selanjutnya
Presiden Turki Erdogan Buang Surat Peringatan dari Donald Trump
Artikel Selanjutnya
Turki Siapkan Serangan Balas Dendam untuk AS