Sukses

Helikopter Tabrak Gedung di New York, Mirip Tragedi Teror 9/11

Liputan6.com, New York - Sebuah helikopter menabrak dan jatuh di atap gedung pencakar langit Manhattan. Kecelakaan tersebut menewaskan pilot dan memicu kebakaran, demikian sebagaimana dikatakan para pejabat Kota New York.

Kecelakaan helikopter itu terjadi pada Senin, 10 Juni 2019 sore waktu setempat, saat sedang turun hujan dan berkabut.

Asap tampak membumbung dari atas AXA Equitable Center di Midtown, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia pada Selasa (11/6/2019). Petugas pemadam kebakaran mengatakan api berhasil dipadamkan dengan cepat

Kepada wartawan, Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, tidak ada ancaman berkelanjutan dan tidak ada bukti nyata adanya keterkaitan dengan terorisme.

Sejauh ini pihak berwenang belum mengungkap penyebab kecelakaan, atau mengapa helikopter Agusta A109E itu terbang dalam hujan lebat dan kabut.

Pilot, yang diidentifikasi sebagai Tim McCormack, adalah mantan kepala pemadam kebakaran di Clinton, New York. Ia berpengalaman lebih dari 15 tahun menerbangkan helikopter dan pesawat bermesin tunggal. Menurut catatan Badan Pengatur Penerbangan Federal, ia mendapat ijazah instruktur penerbangan tahun lalu.

Kecelakaan yang terjadi di dekat Rockefeller Center dan Times Square itu membangkitkan ingatan akan serangan teroris 11 September di wilayah kota yang sama.

2 dari 3 halaman

Helikopter Juga Pernah jatuh ke Sungai New York

Sementara itu, kecelakaan helikopter juga pernah terjadi di New York pada Maret 2018 lalu. Detik-detik mengerikan saat pesawat mini itu jatuh ke sebuah sungai beredar luas.

Insiden di East River itu menewaskan sedikitnya dua dari enam orang di dalam helikopter.

Panggilan mayday panik dari pilot mengungkapkan bagaimana helikopter mengalami kegagalan mesin sebelum tragedi terjadi.

Dikutip dari Daily Mail, Senin (12/3/2018), pesawat Eurocopter AS350 itu jatuh ke air pada Minggu, 11 Maret 2018 sekitar pukul 19.00 malam di dekat East 90th Street dan Roosevelt Island, lebih dekat ke tepi Sungai Manhattan.

"Pilot lolos dari kecelakaan itu, tapi lima penumpang terperangkap di dalam saat helikopter tersebut tenggelam," kata salah satu polisi.

"Dua penumpang tewas di lokasi kejadian dan tiga lainnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis," kata Komisaris FDNY Daniel Nigro.

"Helikopter tersebut dioperasikan oleh Fly Liberty Charter dan telah dipesan secara pribadi untuk pemotretan pada saat kecelakaan terjadi," ucap Komisaris NYPD James O'Neill pada sebuah konferensi pers.

Menjelang pukul 21.00, helikopter tersebut ditarik ke darat dan semua korban telah dievakuasi.

Menurut Flight Radar, tragedi tersebut bermula sesaat sebelum pukul 19.00 malam, saat helikopter tersebut lepas landas dari New Jersey dan terbang melewati Patung Liberty di Pelabuhan New York sebelum menuju ke utara menyusuri East River dan menabrak Pulau Roosevelt.

Penerbangan berlangsung 11 menit.

 

 

3 dari 3 halaman

Pekikan

"Mayday mayday," pilot tersebut memanggil untuk mengedarkan lalu lintas udara, menurut rekaman lalu lintas radio darurat.

"Anda tidak apa-apa?" respons pengendali di LaGuardia.

"Kegagalan mesin ... Kami mengalami kegagalan mesin di East River," kata pilot tersebut.

Rekaman dari saat kecelakaan menunjukkan helikopter terbang menurun seakan mendarat lalu menghantam air dan tenggelam.

Helikopter merah itu menghantam air dan kemudian mulai tenggelam dalam hitungan detik, baling-balingnya menghujam sungai dan terbalik.

Saksi mata ada satu orang yang lolos dari kecelakaan itu dan ditolong oleh sebuah kapal tunda.

Berdasarkan rekaman dari stasiun berita, seorang pria yang dievakuasi dari sungai sudah ditangani tim penyelamat. Dia diyakini sebagai pilot helikopter.

Unit operasi khusus FDNY dan NYPD bergegas ke tempat kejadian untuk upaya penyelamatan sekitar pukul 19.20.

Sekitar pukul 20.15, terdengar kabar bahwa kelima korban telah dikeluarkan dari helikopter. Kondisi mereka belum jelas diketahui namun dilaporkan sejumlah kematian.

Helikopter yang jatuh itu kemudian ditarik ke heliport di 34th street.

Loading
Artikel Selanjutnya
AS dan Inggris Dukung Demonstran Hong Kong Tolak RUU Ekstradisi
Artikel Selanjutnya
Menlu AS Akan Kunjungi India Untuk Temui PM Narendra Modi