Sukses

Rumah Sakit Jiwa di Bulgaria Terbakar, 3 Pasien Tewas

Liputan6.com, Sofia - Insiden kebakaran terjadi di sebuah rumah sakit jiwa yang terletak di pusat Kota Plovdiv, Bulgaria, pada Kamis 28 Maret 2019, malam waktu setempat. Tiga pasien tewas dalam kejadian tersebut.

"Kebakaran terjadi sekitar tengah malam. Tiga pria tewas - pasien, yang telah diidentifikasi," kata kepala Rumah Sakit, Mariana Gospodinova kepada radio BNR, sebagaimana dikutip dari laman surat kabar Business Standard pada Jumat (29/3/2019).

Ia menambahkan bahwa 60 pasien lainnya telah berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kobaran api diketahui datang dari sebuah bangsal milik ketiga korban. Hal itu disampaikan oleh Rumen Popov, seorang jaksa regional Plovdiv, Bulgaria.

"Api bermula dari ruangan mereka (ketiga korban), mungkin karena rokok atau bahan mudah terbakar lain, tapi untuk saat ini masih belum jelas apakah insiden terjadi karena disengaja," kata Popov.

Jaksa itu kemudian menambahkan bahwa menurut investigasi awal, kebakaran mungkin disebabkan oleh permasalahan listrik. Hal itu mengingat pasien paranoid schizophrenia dilarang dengan ketat untuk membawa bahan yang mudah memercikkan api.

Kendati telah mendapatkan perkiraan penyebab insiden, pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini. Penyebab lain masih dimungkinkan, mengingat ketiga korban yang berumur 50an tahun tersebut sempat dirawat di rumah sakit jiwa karena perilaku yang agresif.

Perlu diketahui, sejumlah pihak lokal dan internasional memang sering mengkritik terbatasnya staf dan pendanaan rumah sakit jiwa milik pemerintah di Bulgaria yang dianggap menghambat kinerja institusi terkait.

Meski demikian, insiden kebakaran rumah sakit jiwa seperti yang terjadi pada Kamis, sangat jarang ditemui.

 

Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kejadian Serupa

Kejadian terbakarnya rumah sakit jiwa bukan pertama kali terjadi.

Pada 2003 lalu, sebanyak 30 orang dinyatakan tewas akibat kebakaran di sebuah rumah sakit jiwa yang terletak di Kota Koslovichi, Belarusia. Insiden terjadi pada Minggu, 12 Oktober malam waktu setempat.

Sebanyak 31 pasien lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat oleh petugas pemadam kebakaran. Sementara satu pasien dilaporkan hilang saat itu.

Kobaran api disebut-sebut berawal dari ulah seorang pasien.

Kantor Berita Interfax melaporkan, saat kebakaran terjadi para staf rumah sakit mencoba memadamkan api yang berkobar, tanpa langsung memberitahu Dinas Kebakaran setempat. Akibatnya, saat mobil pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian, bangunan rumah sakit telah seluruhnya dikuasai si jago merah.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kebakaran Besar Lahap Gedung Perkantoran di Ibu Kota Bangladesh, 19 Orang Tewas
Artikel Selanjutnya
25-3-1911: Tragedi Kelam Kebakaran Pabrik Baju Triangle Shirtwaist, 146 Orang Tewas