Sukses

Pria Misterius Tikam Pastor di Gereja Terbesar Kanada, Teror?

Liputan6.com, Montreal - Seorang pemuka agama Katolik ditikam saat misa di depan jemaatnya di gereja terbesar di Kanada. Pastor Claude Grou menderita luka ringan akibat aksi penikaman selama kebaktian pagi di St Joseph's Oratory di Montreal.

Video serangan itu, yang disiarkan langsung, memperlihatkan seorang pria misterius mengenakan topi bisbol menyerbu pastor saat berdiri di belakang altar.

Pria itu dengan cepat ditahan oleh tim keamanan gereja.

Pihak berwenang menangkap seorang tersangka berusia 26 tahun, yang mereka katakan sudah ditangani polisi Kanada dan diinterogasi pada Jumat sore. Sejauh ini belum diketahui motif serangan itu.

Video serangan itu, yang terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 pagi waktu setempat (12.30 GMT), menunjukkan tersangka berjalan dengan cepat ke arah pastor yang berdiri di belakang altar saat misa harian di Oratory's Crypt Church.

Pastor itu berlari ke sisi kiri, dikejar oleh tersangka, dan jatuh ketika keduanya terlibat pergumulan sesaat. Tersangka kemudian menjauh darinya dan didekati oleh sejumlah pria yang membawanya pergi ketika Pastor Grou berdiri.

Sekitar 60 orang tengah menghadiri layanan ketika serangan di gereja terbesar Kanada itu terjadi.

Pastor Grou kemudian dibawa ke rumah sakit. Polisi Montreal menggambarkan lukanya sebagai "laserasi" di bagian atas tubuh yang tak membahayakan hidupnya.

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Doa dan Kecaman

Sejumlah politisi memanjatkan doa untuk Pastor Grou agar cepat pulih, termasuk Perdana Menteri Justin Trudeau.

Sementara Wali Kota Montreal Valerie Plante mengecam insiden tersebut, menyebut serangan itu "mengerikan dan tidak dapat dimaafkan".

Sebuah stasiun televisi digital katolik menyiarkan misa harian dari St Joseph's Oratory setiap pagi. Sejumlah klip serangan itu kemudian dimuat oleh jaringan berita Kanada.

Tempat suci bersejarah itu adalah landmark Montreal yang terkenal. Sekaligus menjadi rumah ibadah terbesar yang didedikasikan untuk Saint Joseph di dunia. Didirikan oleh Frater Andre Bessette yang dikanonisasi oleh Paus Benediktus pada tahun 2010, karena pengabdiannya kepada orang sakit dan disabilitas.

Sekitar dua juta orang mengunjungi gereja terbesar di Kanada itu setiap tahun.

Loading
Artikel Selanjutnya
Ethiopian Airlines Jatuh, Dua Negara Ini Tetap Operasikan Boeing 737 MAX 8
Artikel Selanjutnya
Susul Prancis, Kota di Kanada Ini Larang Penggunaan Ponsel pada Siswa di Sekolah