Sukses

Jijik, Turis di Negara Ini Ganti Bir dengan Air Kencing Saat Menginap di Hotel

Liputan6.com, Costa Blanca - Perkumpulan pelaku bisnis hotel di Spanyol sepakat untuk menghilangkan fasilitas minibar di dalam kamar. Alasannya karena banyak turis yang melakukan kecurangan dengan meminum minuman yang disediakan -- paling banyak jenis bir -- namun tak membayarnya. Caranya?

Dikutip dari laman Metro.co.uk, Rabu (12/9/2018), para pelancong yang menginap di hotel tersebut melakukan kecurangan dengan mengganti bir menggunakan air kencing mereka agar terhindar dari tagihan.

Kejadian ini bisa terungkap ketika dilakukan sejumlah penyidikan oleh Hosbec, asosiasi perhotelan di Costa Blanca dan Benidorm, Spanyol.

Berdasarkan penelitian itu, didapati bahwa satu dari tiga turis yang menginap di hotel di kawasan tersebut mengaku pernah mengganti isi botol bir di minibar dengan air kencing, air dan campuran lain.

Dalam laporannya, Hosbec juga menemukan temuan baru. Kebanyakan dari para pelaku kecurangan tersebut adalah pelancong berkewarganegaraan Inggris.

"Hal ini memang terdengar konyol. Tetapi inilah yang terjadi. Semua harus dihentikan," ujar ketua asosiasi hotel tersebut.

"Kami mendapati ada orang yang mengganti isi botol minuman dengan air kencing. Kami bersyukur staf kami dapat selalu menemukannya," jelasnya.

Sebelumnya, pada tahun 2015 asosiasi perhotelan di Spanyol mengeluarkan gagasan penyediaan minibar di dalam kamar. Namun bukan diwajibkan, tetapi disarankan saja.

Rupanya, ajakan ini malah disalahgunakan oleh para pengunjung yang melakukan kecurangan dengan mengganti  bir.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Kotoran Manusia Jadi Urine

Sebenarnya, urine dan kotoran manusia pernah disulap jadi minuman beralkohol. Memang terkesan aneh, tapi ini nyata.

Minuman ini bernama Ttongsul, minuman alkohol tradisional warga Korea yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Saat ini, minuman tersebut masih ada. Namun, untuk memproduksi Ttongsul, harus menggunakan kotoran manusia dari anak berusia empat sampai tujuh tahun.

Artikel Selanjutnya
Pengusaha Minuman Bir di AS Mendaur Ulang Biji Barley Jadi Tepung