Sukses

Hamil Anak Pria Muslim hingga Dibunuh, 5 Spekulasi Liar soal Kematian Putri Diana

Liputan6.com, Paris - Pada 31 Agustus 1997, 21 tahun lalu, Putri Diana tewas dalam kecelakaan tragis di Pont de l'Alma, Paris, Prancis. Rekaman CCTV Ritz Hotel merekam detik-detik terakhir kehidupan Princess of Wales. Malam sebemun, pada pukul 23.37, ia bersama sang kekasih, Dodi al-Fayed meninggalkan penginapan mewah itu.

Keduanya mengarah ke sebuah apartemen di Arc de Triomphe, milik Mohamed Al-Fayed -- ayah Dodi -- yang juga pemilik Ritz Hotel.

Meski sepanjang hari bepergian dengan Range Rover dan Mercedes, keduanya menaiki mobil berwarna hitam untuk menghindar dari paparazzi. Namun kendaraan tersebut menabrak dinding terowongan. Sempat menjalani operasi, Putri Diana dinyatakan meninggal dunia pada 31 Agustus 1997 pukul 04.00. 

Kabar duka kematian Lady Di tak hanya menghentak Inggris, kampung halamannya. Gelombang kejut dirasakan hingga ke seluruh dunia. 

Berhari-hari kemudian, warga dunia mengenang kehidupan Putri Diana yang cantik, aktif di kegiatan amal, namun tak bahagia selama menjadi istri Pangeran Charles, putra mahkota Kerajaan Inggris. 

Dijuluki 'people's princess', pesona Lady Diana Spencer berhasil memenangkan hati banyak orang.

Pihak kepolisian mengumumkan, ibu Pangeran William dan Harry itu meninggal dunia akibat kecelakaan. Namun, tak semua puas dengan kesimpulan itu. 

Ada banyak gosip yang bermunculan terkait kematian Putri Diana. Mulai dari isu kehamilan dugaan ia dibunuh.

Seperti dikutip dari laman Independent.co.uk, Kamis (30/8/2018), berikut 5 dugaan liar soal kematian Putri Diana:

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Putri Diana Hamil

 

Pertunjukan bertajuk Truth, Lies, Diana mengangkat kabar yang menyebutkan bahwa Diana sedang mengandung "bayi dari seorang pria muslim" saat tewas akibat kecelakaan di Paris pada 31 Agustus 1997.

Kekasih Diana, Dodi Al Fayed, disebut-sebut sebagai ayah sang jabang bayi.

Seperti dikutip Liputan6.com dari beberapa sumber, Kamis (25/8/2016), Jon Conway, sang sutradara, menulis skenario drama didasarkan pada bocoran dokumen resmi pemeriksaan kematian mantan istri Pangeran Charles itu.

Laporan tersebut konon didapatkan dari hasil wawancara dengan mantan kekasih sang putri James Hewitt, dan kepala pelayan (butler) Paul Burrell.

Dugaan bahwa Diana sedang hamil saat mengembuskan napas penghabisan menjadi tanda tanya yang mewarnai kepergian Princess of Wales yang mendadak.

"Aku bisa mengatakan bahwa ia sedang hamil," kata seorang sumber yang mengaku melihat dokumen rahasia Diana dan menyebarkan informasi itu pada sejumlah media, seperti dikutip dari Daily Mail.

Namun, klaim tersebut ditolak mentah-mentah para sahabat Lady Di. Mereka menyebutnya omong kosong belaka.

Dr John Burton CBE, pakar koroner kerajaan dari Royal Household, adalah satu dari segelintir ahli yang menyaksikan pemeriksaan postmortem jasad Diana saat ia dipulangkan ke Inggris.

Menurut dia, tak ada bukti yang mengarah bahwa Diana tengah hamil saat meninggal dunia. "Aku sama sekali tak habis pikir dengan apa yang mereka ingin katakan," kata dia. "Satu-satunya laporan medis yang mendukung klaim itu dibuat oleh Al Fayed (ayah Dodi), yang datang dari seseorang yang sama sekali tak melihat jasad Diana."

Burton mengakui, proses pemeriksaan postmortem tak dilakukan di Prancis. Itu memang di luar kebiasaan. Namun, dia menambahkan, jasad Diana diperiksa secara semestinya oleh para ahli saat kembali ke Inggris.

"Aku ikut dalam proses otopsi itu. Dan saya bisa mengatakan, sepanjang pengetahuanku, tak ada bukti yang mengarah pada kehamilan."

 

3 dari 6 halaman

2. Diana Punya Firasat Akan Dibunuh

Faktor pendukung lainnya yang membuat banyak orang bahwa Putri Diana telah jadi sasaran pembunuhan, berasal dari pengakuan ibu dari Pangeran William dan Harry tersebut.

Kepada orang terdekatnya, Putri Diana pernah mengatakan bahwa ia mengira akan dibunuh.

Pada Oktober 1996, Putri Diana sempat menuliskan surat kepada seorang sahabatnya, Paul Burrell. Dalam petikan tulisannya, ia mengaku berada dalam bahaya.

"Charles merencanakan kecelakaan mobilku, kegagalan rem dan cedera kepala serius. Untuk memberikannya jalan agar Charles bisa menikah lagi," demikian petikan surat Diana yang tersebar di banyak media kala itu.

Dalam surat yang ditulis sepuluh bulan sebelum kematiannya, Diana juga berpesan supaya surat itu disimpan sebagai bukti di masa depan.

Ramalan tentang kematiannya pun disebut-sebut menjadi kenyataan. Putri Diana dan kekasihnya Dodi Al Fayed tewas pada 31 Agustus 1997.

Ramalan itu dikuak dalam film dokumenter, 'Unlawful Killing'. Sebuah film yang ingin menyampaikan pesan bahwa kematian Diana tak wajar. Ia dibunuh.

Film itu jadi kontroversi karena menayangkan foto hitam-putih Lady Di yang diambil beberapa saat setelah mobil Mercedes yang membawanya menabrak sisi pembatas dalam terowongan. Meski tak berwarna, foto menyedihkan Diana yang sedang meregang nyawa memperlihatkan dengan jelas rambut pirangnya.

Foto tersebut adalah hasil bidikan paparazzi --juru foto penguntit kaum tersohor-- yang juga jadi biang kerok kematian Princess of Wales.

 

4 dari 6 halaman

3. Sopir Henri Paul Sengaja Menyebabkan Kecelakaan?

Banyak saksi mata mengatakan kepada pihak penyelidik dan media bahwa terdapat kilatan cahaya yang mereka lihat di gerbang masuk terowongan hanya beberapa detik sebelum Mercedes maut menabrak dindingnya.

Sejumlah orang mempertanyakan apakah kilatan cahaya itu disengaja untuk membuat Paul Henri tak dapat melihat dengan jelas sehingga ia kehilangan kontrol.

Sopir mobil nahas, Henri Paul, disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan maut, terutama setelah ia dituduh menyetir dalam keadaan mabuk.

Ternyata Paul juga pernah bekerja untuk intelijen Prancis dan Inggris. Tak hanya itu, sejumlah uang dalam jumlah besar tercatat dalam rekeningnya pada beberapa bulan terakhir sebelum kecelakaan maut di Paris terjadi.

 

5 dari 6 halaman

4. Mobil Diganti pada Detik-Detik Terakhir

Alasan lain yang membuat orang meyakini bahwa Putri Diana sengaja dibunuh adalah fakta soal kendaraan yang mereka pakai saay kecelakaan. 

Diana dan kekasihnya Dodi Al Fayed menggunakan sebuah mobil Mercedes sepanjang hari sebelum kematiannya di Paris, namun ketika mereka meninggalkan Ritz Hotel sesaat sebelum kecelakaan tragis terjadi, mobil Mercedes lain menjemputnya.

Terdapat juga kontroversi tentang kebiasaan memakai sabuk pengaman. Diana dikenal sebagai sosok yang kerap menggunakan alat untuk menunjang keselamatan itu.

Maka, jadi pertanyaan ketika dalam kecelakaan itu Putri Diana diketahui sedang tidak menggunakan sabuk pengaman.

 

6 dari 6 halaman

5. Upaya Penyelamatan Diana Disabotase

Ketika ambulans akhirnya datang dan membawa Diana ke rumah sakit, kendaraan itu melaju di jalan khusus pedestrian dengan kecepatan 19 kilometer per jam. Hal tersebut dipertanyakan oleh para penyidik, peneliti, tenaga medis, dan para ahli.

Apakah benar, pertolongan untuk Princess of Wales itu sengaja dibuat lambat?

Namun, terdapat alasan di balik lambatnya kecepatan tersebut. Ambulans itu dilengkapi dengan alat medis canggh di dalamnya yang memungkinkan tim darurat untuk melakukan tindakan kepada pasien sesegera mungkin.

Jika melaju dengan kecepatan tinggi, dikhawatirkan tenaga medis tak dapat bekerja dengan baik.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pilih Tuxedo Dress, Meghan Markle Terinspirasi dari Putri Diana
Artikel Selanjutnya
Usai Putra Kedua Lahir, Respons Pangeran Charles Ini Sakiti Hati Putri Diana